Siap-siap! Samsung Dikabarkan Rilis Smartwatch Bertenaga Matahari

Dinda Aulia Ramadhanty
Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:40 WIB
Ilustrasi Smartwatch buatan Samsung /Slashgear
Ilustrasi Smartwatch buatan Samsung /Slashgear
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Samsung dilaporkan sedang mengerjakan jam tangan pintar atau smartwatch yang bertenaga matahari.

Menurut laporan LetsGoDigital, perusahaan ponsel asal Korea Selatan tersebut dikabarkan telah mengajukan aplikasi paten ke United States Patent and Trademark Office (USPTO) untuk hal smartwatch bertenaga matahari.

Awalnya, paten tersebut diajukan pada 2019. Namun, informasi tersebut telah ditemukan belum lama ini sesaat setelah USPTO menerbitkannya di situs resmi. Paten yang diajukan yaitu untuk menunjukkan Galaxy Smartwatch yang dikolaborasikan dengan tali pergelangan tangan yang tertanam dengan sel surya.

Bukan itu saja, smartwatch tersebut terdiri dari dua baterai surya yang ditempatkan di tali dan kedua sisi kotak arloji. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sinar matahari dapat cukup dikumpulkan, terlepas dari bagaimana arloji itu dipakai.

Seluruh ide di balik desain pada smartwatch ini adalah bertujuan menonjolkan bahwa perangkat ini tidak akan kehabisan baterai, seperti jenis smartwatch lain pada umumnya.

Samsung telah banyak memberikan ketertarikan dengan ide menerapkan energi terbarukan dari tenaga matahari ke tali pergelangan tangan selama beberapa tahun. Meski demikian, informasi tersebut tidak mengungkapkan detail apa pun tentang seberapa efisien sistem itu nantinya.

Bisakah Samsung Galaxy Watch 5 mengusung baterai dengan tenaga matahari?

Mungkin terlalu dini untuk menyatakan Galaxy Watch 5 bisa bertenaga surya disaat mengetahui bahwa Galaxy Watch 4 belum lama rilis, seperti dilansir dari Times of India pada Kamis (14/10/2021).

Namun, publik mengharapkan Galaxy Watch 5 dapat jam tangan pintar Samsung di masa depan dengan fitur pengisian energi matahari. Terlepas waktu peluncurannya yang mungkin tidak dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Samsung telah mencoba untuk meningkatkan kebijakan ramah lingkungan. Salah satunya menggunakan 100 persen energi yang dapat digunakan kembali di pabriknya di AS, Eropa, dan China. Selain itu, Samsung juga mengadopsi fitur pengisian daya surya untuk jajaran TV QLED yang diperkenalkan pada awal tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper