Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MPL Catat 30 Persen Gim Bertema Olahraga Digemari Pengguna

Mobile Premier League atau MPL mencatat lebih dari 30 persen gim bertema olahraga telah dimainkan penggunanya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 10 September 2021  |  14:56 WIB
Ilustrasi Mobile Premier League. -  Dok. Istimewa
Ilustrasi Mobile Premier League. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mobile Premier League (MPL), platform mobile gim, mencatatkan lebih dari 30 persen gim bertema olahraga telah dimainkan pengguna di platform mereka.

Head of Brand Marketing MPL Indonesia Layla Safira Andarmawanty  mengatakan pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-73, masyarakat tidak terbatas pada olahraga fisik, tetapi turut menggemari olahraga via mobile atau virtual.

“Olahraga merupakan kegiatan yang dapat mempersatukan berbagai latar belakang. Kami juga melihat antusiasme dan potensi besar dari masyarakat Indonesia untuk mencintai mobile gaming saat ini dan di masa mendatang,” ujarnya lewat siaran pers, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk menyemarakan Haornas MPL turut menghadirkan beragam inovasi, mulai dari beragam pilihan gim, sistem rewards, dan kemudahan dalam menggunakan aplikasi mereka.

Dia menyebutkan saat ini lebih dari 30 persen gim bertema olahraga telah dimainkan pengguna di platform mereka, sehingga kategori ini menjadi salah satu kategori yang paling banyak dimainkan, selain game bertema Puzzle atau Memotong.

“Kami juga melihat kemiripan olahraga dengan permainan mobile gaming yang memerlukan penggunanya untuk memiliki daya tahan, konsentrasi, dan stamina yang baik,” katanya

Layla menambahkan bahwa untuk memberikan kenyamanan bagi pemain di platform mereka perusahaan menghadirkan fitur untuk tidak mengizinkan pengguna menggunakan bahasa yang negatif dan kasar di dalam platform.

Tidak hanya itu, dia melanjutkan perusahaan juga menggunakan sistem keamanan data untuk melindungi pengguna dari kecurangan dan peretasan saat bermain, termasuk menjaga privasi data pengguna.

“Jika terdapat aktivitas mencurigakan, seperti penipuan atau kegiatan ilegal lainnya, maka akun tersebut akan dinonaktifkan dan ditindaklanjuti sesuai jenis pelanggarannya,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

game
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top