Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemkominfo Resmi Buka Program Inkubasi Startup Studio Indonesia Gelombang Dua

Program Startup Studio fokus pada pelatihan tentang product-market fit, kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar dan target pelanggan, serta akses ke jejaring bisnis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  21:40 WIB
Kemkominfo Resmi Buka Program Inkubasi Startup Studio Indonesia Gelombang Dua - Istimewa
Kemkominfo Resmi Buka Program Inkubasi Startup Studio Indonesia Gelombang Dua - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi membuka program inkubasi Startup Studio Indonesia gelombang kedua, yang akan berlangsung hingga Juli mendatang.

"Dalam tahap pembangunan dan pengembangan yang berdaya saing, early stage adalah tahap krusial," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam pembukaan yang berlangsung virtual, Senin (3/5/2021).

Dari sejumlah program kementerian untuk mendukung perusahaan rintisan, Startup Studio untuk startup tahap early stage atau pemula agar bisa mengembangkan potensi bisnisnya.

Gelombang kedua ini diikuti 15 startup yang terpilih dari 1.063 pendaftar untuk mengikuti pelatihan dan diskusi bersama mentor yang terdiri dari para pendiri dan praktisi startup yang kini masih aktif, antara lain Grady Laksomo dari Moka POS, Jonathan Sudharta dari Halodoc dan Amanda Cole dari Sayurbox.

Kominfo memprioritaskan enam sektor bisnis perusahaan rintisan pada program ini, yaitu logsitik, pendidikan, maritim, kesehatan, pariwisata dan agrikultur. Startup yang bisa mengikuti program ini adalah yang memiliki minimum valuable product (MVP) dan traction selama minimal tiga bulan.

Selain itu, Startup Studio juga memberikan syarat perusahaan sedang dalam proses validasi product-market fit, telah berbadan hukum dan dalam tahap pendanaan angel investor, pre-seed, seed, pre-seires A dan series A.

Ke-15 startup yang terpilih pada gelombang kedua ini adalah ALIA, Appskep, AVTER, Cerah.co, Dibimbing.id, Legalku, LingoTalk, MyDoctors, Ovento, Prieds, Rahsa Nusantara, SejutaCita, Shieldtag, Tebengan dan Wehelpyou.

Program Startup Studio fokus pada pelatihan tentang product-market fit, kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar dan target pelanggan, serta akses ke jejaring bisnis.

Semuel mengharapkan program ini selain bisa memberikan pelatihan dan diskusi dengan mentor, para startup juga kolaborasi satu sama lain untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia, yang berpotensi sangat besar.

Kominfo mengutip situs Startup Ranking, Indonesia merupakan negara kelima yang memiliki startup terbanyak, dengan jumlah mencapai 2.229 startup. Di kawasan Asia, Indonesia menjadi terbesar kedua setelah India.

Indonesia tentu membutuhkan talenta digital yang memiliki keahlian kuat agar bisa mengembangkan startup digital.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top