Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Rencana Bibit.id Usai Raih Pendanaan Rp939 Miliar

Bibit.id mengumumkan pendanaan senilai US$65 juta atau setara dengan Rp939,07 miliar untuk peluncuran produk dan fitur baru hingga meningkatkan edukasi kesadaran berinvestasi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  12:22 WIB
Logo PT Bibit Tumbuh Bersama. - bibit.id
Logo PT Bibit Tumbuh Bersama. - bibit.id

Bisnis.com, JAKARTA – Bibit.id, startup aplikasi investasi reksa dana, mengumumkan meraih pendanaan senilai US$65 juta atau setara dengan Rp939,07 miliar dari Sequoia Capital India, diikuti oleh Prosus Ventures, Tencent dan Harvard Management Company.

Adapun, investor yang sebelumnya telah mendukung Bibit.id seperti AC Ventures dan East Ventures juga kembali berpartisipasi dalam pendanaan ini.

Direktur Bibit.id Sigit Kouwagam mengatakan pendanaan yang diraih akan digunakan untuk peluncuran produk dan fitur baru, pengembangan teknologi, perekrutan karyawan, dan meningkatkan edukasi serta kesadaran masyarakat akan berinvestasi.

“Sebelumnya, pasar modal di Indonesia dianggap sebagai tempat berinvestasi yang menakutkan, dan hanya untuk sebagian kalangan tertentu. Bibit mendayagunakan teknologi untuk membuat investasi makin mudah untuk diakses oleh semua orang, termasuk investor pemula. Oleh karena itu, kami melihat adanya peningkatan yang tajam dalam minat investor ritel dalam di dalam pasar modal,” katanya dalam siaran pers, Senin (3/5/2021).

Sekadar informasi, Stockbit didirikan pada 2019 meluncurkan aplikasi Bibit.id sebagai pionir platform robo-advisor reksa dana di Indonesia, di mana teknologi Bibit memudahkan investasi untuk investor millenial tanpa pengalaman yang merupakan 90 persen dari pengguna Bibit.

Berdasarkan data IDX dan KSEI, jumlah retail investor di Indonesia tumbuh 78 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2020 menjadi 3,2 juta investor. Peningkatan ini disumbang oleh kalangan milenial di mana 92 persen investor baru pada 2020.

Selain itu, pada kuartal pertama pada 2021, ada penambahan sebanyak 1 juta investor reksa dana yang terdaftar di pasar modal. Meskipun adanya peningkatan yang signifikan, saat ini partisipasi dari masyarakat Indonesia di pasar modal masih kurang dari 2 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top