Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi Smart Building untuk Ciptakan ‘Gedung Sehat’

Selain kesehatan, pengaturan arus gerak manusia tetaplah penting. Kendati demikian, masih banyak gedung di Indonesia yang belum memenuhi standar kelayakan bangunan, termasuk dari aspek kesehatan, meskipun upaya penerapan protokol kesehatan COVID-19 telah dilakukan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 April 2021  |  09:50 WIB
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (23/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (23/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Urgensi konsep “Healthy Building” kini makin diperlukan seperti pandemi saat ini, dimana kesehatan akan terus menjadi perhatian utama di masa mendatang.

Selain kesehatan, pengaturan arus gerak manusia tetaplah penting. Kendati demikian, masih banyak gedung di Indonesia yang belum memenuhi standar kelayakan bangunan, termasuk dari aspek kesehatan, meskipun upaya penerapan protokol kesehatan COVID-19 telah dilakukan.

“Standar kesehatan pada gedung bisa tercapai jika didukung oleh teknologi yang memadai. Hal ini semakin memperkuat fakta bahwa penerapan Industri 4.0 merupakansebuah kebutuhan bagi berbagai sektor, termasuk bangunan, yang memungkinkan pemilik
bangunan mematuhi standar kelayakan bangunan. Dalam hal operasional gedung sendiri, teknologi Industri 4.0 memungkinkan adanya integrasi, analisis, dan evaluasi data untuk melakukan monitoring dan proses pengambilan keputusan yang lebih baik, serta pencegahan
gangguan bisnis," papar Mardi Utomo, Ketua Umum Building Engineers Association (BEA) dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan Kesehatan, salah satu dari empat pilar kelayakan bangunan yang dinilai, telah menjadi urgensi yang tidak terbantahkan lagi, terutama dengan merebaknya pandemi COVID-19.

Pilar kesehatan dalam kelayakan bangunan sendiri meliputi beberapa aspek, yakni pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, sanitasi, dan bahan bangunan. Aspek-aspek kesehatan tersebut juga tersertifikasi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Sirkulasi udara saat ini merupakan salah satu kriteria terpenting untuk membantu mencegah  penyebaran COVID-19. Bangunan perlu memiliki ventilasi alami maupun mekanik yang memadai untuk memastikan sirkulasi dan kelembaban udara yang baik. Perencanaan tata
ruang yang tepat, penyediaan ruang terbuka, manajemen arus gerak orang, dan pemeliharaan sistem secara berkala merupakan beberapa rekomendasi untuk menjaga kualitas kesehatan dalam bangunan,” jelas Mardi. 

Menurutnya, operasional gedung yang efektif membutuhkan lebih banyak teknologi berbasis IoT (Internet of Things), terutama teknologi canggih dalam otomatisasi, digitalisasi, dan konektivitas data.

Teknologi IoT yang telah digunakan oleh para operator gedung berupa Building Information Modeling (BIM), yang mencakup semua tahap pengembangan gedung mulai dari desain, konstruksi, commissioning, operasional dan pemeliharaan, hingga renovasi. Pada tahap
operasional dan pemeliharaan itu sendiri, BIM mengintegrasikan teknologi utilitas seperti kamera, AC, pengolahan limbah, penerangan, dan lainnya sehingga pengelola gedung dapat memantau secara real-time, mengambil keputusan, dan mengontrol dari jarak jauh.

Para pengembang gedung di Indonesia perlu mengeksplorasi lebih banyak teknologi pintar terbaru yang tersedia di pasar internasional. Negara lain telah semakin memajukan teknologi smart building mereka, termasuk menerapkan sistem manajemen gedung berbasis IoT.
Selandia Baru merupakan salah satu negara yang berhasil melawan COVID-19, telah mengembangkan bangunan yang sehat dan aman, dengan didukung oleh teknologi-teknologicanggih mereka. Teknologi tersebut tidak hanya mengontrol peralatan, tetapi juga mengatur
arus gerak manusia secara ketat.

Mereka menggunakan sistem integrasi berbasis cloud yang digunakan bersamaan dengan teknologi utilitas otomatis, memungkinkan kegiatan operasional dapat diakses kapan saja dan membayar biaya-biaya sesuai pemakaian mendukung efisiensi total, keamanan dan mobilitas tinggi dalam pengelolaan sistem bangunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan gedung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top