Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Atsindo: Startup Unikorn Hanya Bisa Tercipta, Bukan Diciptakan

Atsindo menilai langkah pemerintah untuk menghadirkan unikorn dinilai percuma karena startup bervaluasi di atas US$1 miliar tersebut hanya bisa tercipta melalui suatu proses.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 April 2021  |  20:28 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) menilai startup unikorn hanya bisa tercipta dari suatu proses, bukan berdasarkan keinginan pemerintah untuk menciptakan.

Pendapat dari Ketua Umum Atsindo Handito Joewono tersebut guna merespons target pemerintah untuk menghadirkan tiga unikorn pada 2024. Untuk diketahui, isilah unikorn mengacu pada perusahaan rintisan (startup) yang memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar atau sekitar Rp14,4 triliun.

“Pemerintah tidak perlu menargetkan unikorn harus hadir berapa buah, karena unikorn itu tidak bisa diciptakan, melainkan tercipta. Beda dengan startup yang tentunya bisa diakselerasi untuk dihadirkan,” ujar Handito saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (1/4/2021).

Dia melanjutkan unikorn merupakan hasil dari sebuah proses investasi sehingga fokus pemerintah diharapkan lebih bergerak kepada kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung yang dibutuhkan, mulai dari talenta digital, regulasi yang mendukung, hingga koneksi jaringan internet.

“Saya rasa semua kembali ke unikorn tidak diciptakan, tetapi akan lahir ketika rumahnya sudah siap dan membuat nyaman bagi para pemainnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan 2021 ini unikorn hadir karena adopsi digital masyarakat sudah tidak terelakkan,” katanya.

Berdasarkan riset terbaru Alpha JWC Ventures dan Kearney memperkirakan Indonesia akan memiliki tiga unikorn baru dalam lima tahun ke depan. Ketiganya akan berasal dari sektor e-commerce, finansial teknologi (fintech), serta digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Perkiraan itu merujuk pada riset bertajuk ‘Unlocking Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia’. Ini berdasarkan survei terhadap 2.100 lebih konsumen akhir dan 1.100 retailer di 23 kota. Selain itu, wawancara dengan stakeholder di 13 kota di tingkat (tier) dua dan tiga.

Saat ini, Indonesia memiliki satu decacorn atau startup dengan valuasi lebih dari US$10 miliar yaitu Gojek. Selain itu, terdapat empat unicorn atau valuasi di atas US$1 miliar yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top