Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menentukan Model Bisnis Masa Depan dengan Kecerdasan Buatan

Namun masih banyak perusahaan yang belum dilengkapi fasilitas untuk mengelola data menjadi informasi penting sebagai dasar pengambilan keputusan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  18:22 WIB
Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (kiri) dan Yemmy Sukandar, Dept. Head Hybrid Data Management Solution PT Multipolar Technology Tbk (kanan)
Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (kiri) dan Yemmy Sukandar, Dept. Head Hybrid Data Management Solution PT Multipolar Technology Tbk (kanan)

Bisnis.com, JAKARTA - Data sebagai aset yang sangat berharga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi mengenai kondisi terkini perusahaan dan menjadi tolok ukur pengembangan bisnis guna menyasar pasar dan kebutuhan yang tepat.

Namun masih banyak perusahaan yang belum dilengkapi fasilitas untuk mengelola data menjadi informasi penting sebagai dasar pengambilan keputusan.

Seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pengolahan data melalui analisis big data menjadi kunci bagi perusahaan untuk menentukan model bisnis di masa mendatang. Analisis big data ini akan sangat bermanfaat dalam strategi pengembangan produk, termasuk produk-produk finansial yang saat ini tengah meningkat kebutuhannya seperti kartu kredit, KPR, kredit kendaraan bermotor, asuransi, dana pendidikan, dana pensiun.

Peran Credit Analyst atau underwriter amatlah penting dalam menilai kelayakan dan pengelolaan risiko berdasarkan profil dan karakteristik calon nasabah. Namun proses verifikasi dan analisa secara manual butuh waktu lama karena banyaknya parameter yang digunakan, sehingga proses jadi lambat dan sulit untuk mengejar target.

“Peran tools analitik terintegrasi yang berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat membantu pengambilan keputusan secara terukur dan cepat serta memenuhi regulasi yang ada guna meningkatkan potensi bisnis,” ujar Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk dalam keterangan tertulisnya.

Dengan meng-offload sebagian proses underwriting ke aplikasi analitik berbasis AI dapat membantu underwriter tetap produktif, sehingga mampu menghasilkan keputusan yang tepat, cepat, serta memenuhi regulasi. Cross sell dan up sell produk-produk finansial sesuai kriteria nasabah juga bisa dengan mudah dilakukan untuk meningkatkan potensi bisnis.

IBM sebagai pionir dalam teknologi AI-nya yang diberi nama IBM Watson, yaitu nama pendiri IBM dan CEO pertama, mengembangkan solusi IBM Cloud Pak for Data (CP4D) sebagai platform data analitik berbasis AI yang modern, terintegrasi, agile, dan lengkap. IBM CP4D memodernisasi cara pengumpulan, pengorganisasian, analisa keseluruhan data perusahaan dan pengaplikasian AI.

“Multipolar Technology sudah membangun dua use case dengan memanfaatkan platform IBM CP4D ini yaitu Customer Segmentation dan Credit Risk. Dengan template Credit Risk siap pakai pada platform IBM CP4D, kami ingin menghadirkan prinsip Know Your Customer (KYC) dan credit scoring yang lebih komprehensif dan real-time, yang tidak hanya sekedar visualisasi data, tapi juga memberikan informasi terkini dan relevan dengan kondisi pasar,” ungkap Jip Ivan.

Studi IBM pada Agustus 2020 bekerja sama dengan Forrester Consulting menunjukkan beberapa peningkatan dalam aplikasi IBM CP4D ini, antara lain:
1. Meminimalkan upaya untuk model monitoring sebesar 30% sampai 50%
2. Peningkatan pendapatan di mana model berbasis AI ini bisa dipakai untuk upaya pemasaran dan penargetan (targeting) melalui identifikasi peluang cross-sell dan upsell
3. Peningkatan kinerja dan akurasi berbasis AI antara 15% sampai 30% dalam proyeksi 3 tahunan

“Untuk pasar yang sedang berkembang seperti Indonesia, metode credit scoring yang sudah ada sekarang ini kami bawa ke tingkat yang lebih tinggi lagi dengan mengaplikasikan AI melalui IBM CP4D sebagai alat bantu. Praktisi keuangan kini bisa menilai dengan lebih baik potensi customer yang ada, menjangkau baik yang bankable maupun yang non-bankable, yang jumlahnya masih cukup besar,” tambah Jip Ivan.




Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi Kecerdasan Buatan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top