Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gandeng Nutanix, BJB Syariah Akselerasi Infrastruktur IT

Bank BJB Syariah menggandeng Nutanix untuk membantu pengembangan aplikasi dan meningkatkan pengalaman bagi nasabahnya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  20:29 WIB
Ilustrasi Bank BJB Syariah.  -  Dok. Istimewa
Ilustrasi Bank BJB Syariah. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Nutanix mengumumkan bahwa Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) telah menggandeng Nutanix Enterprise Cloud untuk mentransformasi infrastruktur IT mereka dengan pendekatan penuh berbasis komputasi awan.

Country Manager Nutanix Indonesia Fetra Syahbana mengatakan perbankan berlomba menangkap pangsa pasar di sektor syariah. Hasilnya, makin banyak pemain beralih ke teknologi awan untuk mengelola permintaan dan beban kerja yang besar.

Dia menjelaskan solusi Nutanix yang diimplementasikan meliputi Nutanix AHV, solusi virtualisasi untuk kebutuhan operasional dan Nutanix Karbon sebagai solusi manajemen Kubernetes yang menyederhanakan operasional dan penyediaan, serta manajemen siklus hidup.

“Hal ini pada akhirnya akan mengurangi kerumitan dan memungkinkan bank ini menghemat hingga sekitar 80 persen jam kerja karyawan per hari, serta waktu untuk melakukan pemeliharaan. Secara keseluruhan biaya operasional IT juga berkurang sekitar 40 persen,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (25/3/2021).

Kepala Divisi IT BJB Syariah Dadang Rohandi mengatakan perseroan ingin menggandeng Nutanix demi membangun pengalaman pelanggan yang positif dan masuk ke pasar yang kompetitif secara cepat dengan membawa produk-produk ini sangatlah penting.

“Nutanix mengurangi waktu implementasi secara drastis karena kami tidak perlu lagi menggunakan layanan-layanan pihak ketiga untuk membantu pengembangan aplikasi kami,” katanya.

Menurut Deloitte, aset finansial Syariah dunia mencapai US$2,2 triliun pada 2016 dan angka ini diperkirakan akan naik hampir 72 persen atau mencapai US$3,78 triliun pada 2022. Sebab, Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan merupakan pasar Syariah yang memberikan ruang pertumbuhan yang besar.

Jika populasi Syariah dan non-syariah digabung, 51 persen kaum wanita dan 46 persen kaum pria di Indonesia tidak memiliki rekening bank. Terdapat sekitar 50 juta orang dewasa yang memiliki telepon genggam namun tidak memiliki rekening bank.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top