Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Cara Penjahat Siber Incar Korban di Platform Clubhouse

Pakar keamanan di Kaspersky mengatakan terdapat dua metode bagi penjahat siber untuk melakukan serangan dan mengincar korban melalui platform Clubhouse.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Februari 2021  |  18:18 WIB
Tampilan Aplikasi Clubhouse di App Store iPhone
Tampilan Aplikasi Clubhouse di App Store iPhone

Bisnis.com, JAKARTA – Platform audio untuk berdiskusi secara daring, Clubhouse tengah ramai menjadi perbincangan warganet di Indonesia, meski sudah diluncurkan sejak Maret 2020.

Di balik kepopulerannya terdapat berbagai bahaya yang salah satunya merupakan peretasan data pribadi.

Denis Legezo, pakar keamanan di Kaspersky, mengatakan terdapat dua metode bagi penjahat siber untuk melakukan serangan dan mengincar korban melalui platform Clubhouse.

"Terdapat dua hal penting dari cara peretasan. Pertama, the sale of invites (penjualan undangan) dan aplikasi palsu. Kedua skenario disatukan oleh satu hal, yaitu keinginan untuk mengeksploitasi minat para pengguna di platform sosial,” ujar Denis dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/2/2021)

Skenario pertama adalah monetisasi dalam skala kecil. Namun, skenario kedua sifatnya jauh lebih serius. Para pelaku kejahatan siber dapat mendistribusikan kode berbahaya dengan menyamar sebagai perangkat lunak popular.

“Misalnya, versi palsu Clubhouse untuk Android. Aplikasi palsu berbahaya ini kemudian dapat melakukan persis seperti yang Anda izinkan dalam pengaturan keamanan Android untuk memperoleh titik lokasi perangkat baik kasar maupun akurat, merekam audio dan video, mendapatkan akses ke messenger, dan lainnya,” katanya.

Selain itu,  dia melanjutkan terdapat beberapa trik yang tidak biasa juga memungkinkan terjadi. Misalnya, jika para pelaku kejahatan siber mengimplementasikan kapasitas untuk merekam audio, dan fungsi ini diizinkan pada perangkat.

Alhasil, para pelaku penyerangan dapat menggunakan rekaman berkualitas tinggi untuk melatih algoritme mesin mereka, untuk membuat deep fake yang lebih canggih.

“Cara terbaik untuk menjaga keamanan adalah dengan selalu waspada tentang apa yang diunduh, dan menjaga pengaturan keamanan secara tepat pada ponsel cerdas Anda," ujar Denis.

Dikutip dari Tech Crunch, pada Februari 2021, App Annie memperkirakan jumlah unduhan Clubhouse secara global sekitar 3,5 juta, tapi pada 16 Februari 2021 jumlah unduhannya diprediksi melejit hingga 8,1 juta.

Adapun App Annie memperkirakan sekitar 2,6 juta lebih unduhan berasal dari Amerika Serikat. Kendati demikian, Clubhouse sendiri memang belum mengungkap secara resmi jumlah pengguna yang terdaftar di layanannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peretas serangan siber
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top