Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kehadiran Pusat Data dan CDN Bisa Pacu Pendapatan Operator

Pendapatan yang dibukukan operator seluler saat ini merupakan hasil tingkat selisih antara biaya produksi dengan harga jual di pasar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  20:13 WIB
Ilustrasi data center - Flickr
Ilustrasi data center - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Telematika Indonesia menilai kehadiran pusat data penyedia konten Over the Top (OTT) di Tanah Air dapat membuat pendapatan operator membaik, di tengah adopsi digital yang meningkat. 

Ketua Bidang Industri Aplikasi Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) M. Tesar Sandikapura berpendapat kesenjangan pertumbuhan pendapatan dengan lalu lintas data terjadi karena pembengkakan biaya operasional.

Menurutnya, pendapatan yang dibukukan saat ini merupakan hasil tingkat selisih antara biaya produksi dengan harga jual di pasar.

Harga produksi dinilai terlalu tinggi karena sejumlah konten hanya dapat diakses dari luar negeri sehingga operator harus membeli bandwidth internasional.

Di lain sisi, tingkat konsumsi terus meningkat dan harga layanan data masih terlalu murah disebabkan kompetisi yang makin ketat dan bantuan subsidi kuota.

Tesar berpendapat agar biaya produksi tidak terlalu mahal, pemerintah harus mewajibkan para penyedia konten – khususnya konten OTT – untuk membangun pusat data di Tanah Air agar operator tidak perlu belanja bandwith luar negeri.

“Eropa sudah mewajibkan beberapa data pribadi penggunanya disimpan di pusat data lokal mereka. Indonesia tidak berani, makanya masih banyak data yang berada di luar Indonesia,” kata Tesar kepada Bisnis, Senin (15/2/2021).    

Adapun seandainya OTT tidak ingin membangun pusat data di Indonesia, kata Tesar, solusi sementara yang bisa ditempuh adalah mewajibkan OTT untuk menggunakan jaringan pengiriman konten atau (Content Delivery Network/CDN) milik operator.

Dengan CDN, maka setiap data yang pernah diakses oleh pengguna akan tersimpan sementara di pusat data milik operator. Alhasil operator tidak perlu membeli bandwidth seandainya adalah salah satu pelanggan yang mengakses konten luar negeri.

“Data-data di CDN sebenarnya juga hanya data lama atau yang pernah diakses, kalau data baru maka operator harus mencari lagi di luar negeri. CDN membuat operator tidak perlu sering-sering belanja bandwidth karena tinggal mengambil dari yang sudah ada,” kata Tesar. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat data operator seluler
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top