Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AWS Akui Potensi Bisnis Komputasi Awan di Indonesia

Amazon Web Service (AWS) menilai Indonesia potensial bagi bisnis komputasi awan seiring dengan menjamurnya startup dan UMKM.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Februari 2021  |  16:19 WIB
Komputasi awan - Istimewa
Komputasi awan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Amazon Web Service (AWS), perusahaan layanan komputasi awan, menargetkan akan merampungkan pembangunan pangkalan data (data center) di Indonesia pada tahun ini.

Menurut Paul Chen, Head of Solutions Architect ASEAN AWS, Indonesia merupakan pasar potensial untuk bisnis pangkalan data lantaran terdapat banyak pemain startup dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Startup dan UMKM di Indonesia makin banyak. Ini potensial bagi bisnis komputasi awan [cloud]," katanya dalam diskusi virtual seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (2/2/2021).

Dia menyebutkan, hingga saat ini AWS telah menyelesaikan pembangunan pangkalan data di 24 wilayah, 5 zona di Amerika Serikat, dan 12 proximity zones, serta mengumumkan akan melakukan pembangunan di 6 wilayah baru. Salah satunya adalah Jakarta yang akan selesai dibangun pada 2021.

Paul melanjutkan bahwa selain giat membangun startup Indonesia memiliki banyak pemain UMKM yang tengah beralih ke digital selama masa pandemi corona sehingga membutuhkan ruang penyimpanan data.

"Di Indonesia, UMKM menyumbang 99 persen dari bisnis di beberapa sektor kunci, terutama pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahkan, penetrasi daring di Indonesia sudah termasuk yang tertinggi di dunia," ujarnya.

Paul mencontohkan, startup digital UMKM Warung Pintar menggunakan cloud untuk membidik warung grosir guna menjalankan pengelolaan bisnis secara optimal.

"Operator toko Warung Pintar sekarang mendapatkan manajemen inventaris, pelacakan, analisis penjualan, pembayaran tanpa uang tunai, dan lainnya," kata Paul.

Sekadar catatan, Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) tersebut sempat menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2018 untuk menjelaskan rencana investasi US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun) dalam mengembangkan layanan pangkalan data selama 10 tahun di Tanah Air.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi cloud computing
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top