Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smartfren (FREN) Siapkan Jurus Gaet 40 Juta Pelanggan Tahun Ini

Smartfren menyiapkan jurus untuk mencapai target 40 juta pelanggan pada tahun ini usai mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  11:44 WIB
Pelanggan menunggu pelayanan di gerai Smartfren, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pelanggan menunggu pelayanan di gerai Smartfren, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) mengincar pertumbuhan jumlah pelanggan yang agresif pada tahun ini, dengan menargetkan realisasi 40 juta pelanggan.

Deputi CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengatakan selama ini perseroan selalu menunjukkan pertumbuhan jumlah pelanggan di atas rata-rata industri.

Terakhir, jumlah pelanggan diklaim mencapai hampir 30 juta pada Desember 2020, bertambah sekitar 6,5 juta pelanggan dibandingkan dengan 2019 yang sebanyak 23,5 juta pelanggan. Djoko mengatakan pertumbuhan tersebut sebagai salah satu pencapain bagus di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Kami akan memperkuat jaringan, promosi, terobosan sehingga kami yakin bisa mencapai harapan tersebut,” kata Djoko kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu.

Djoko menambahkan dalam mengejar target tersebut, Smartfren menyiapkan sejumlah strategi, termasuk mengerahkan seluruh lini untuk berfokus pada pertumbuhan pelanggan.

“Semua lini kami sudah kami kerahkan untuk mencari pelanggan baru dari gugus paling depan hingga seluruh jajarannya,” kata Djoko.

Djoko menegaskan bahwa upaya mendongkrak pelanggan dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Smartfren akan menindak tegas tenaga pemasar yang menghalalkan berbagi cara dalam menambah jumlah pelanggan, termasuk aktivasi kartu SIM yang tidak sesuai dengan prosedur.

Untuk diketahui, salah satu syarat dalam mengaktifkan kartu SIM adalah mencantumkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (NOK) milik pengguna. Tanpa memenuhi persyaratan maka aktivasi kartu tak akan berhasil

“Kami tidak mendorong pasar untuk melakukan itu. Kami telah mengedukasi mereka untuk tidak melakukan aktivasi melalui NIK dan NOK bukan milik sendiri. Kami terstruktur seandainya ada yang ketahuan akan kami pecat,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartfren telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top