Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Potensi Pangkalan Data Indonesia, Ini Pandangan Alibaba

Alibaba Cloud Indonesia mengatakan bahwa hingga saat ini perusahaan telah memiliki dua pangkalan data di pasar Indonesia, masing-masing didirikan pada 2018 dan 2019.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  20:59 WIB
Seseorang memfilmkan layar yang menunjukkan data lalu lintas Kota Hangzhou. Sistem manajemen lalu lintas di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China didukung Alibaba Cloud, China. - Reuters
Seseorang memfilmkan layar yang menunjukkan data lalu lintas Kota Hangzhou. Sistem manajemen lalu lintas di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China didukung Alibaba Cloud, China. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan komputasi awan asal China, Alibaba Cloud optimis bahwa pasar pangkalan data di Tanah Air akan tumbuh cerah sejalan dengan potensi besar dari ekonomi digitalnya.

Leon Chen selaku Country Manager, Alibaba Cloud Indonesia mengatakan bahwa hingga saat ini perusahaan telah memiliki dua pangkalan data di pasar Indonesia, masing-masing didirikan pada 2018 dan 2019.

“Kami pun berencana untuk membangun pangkalan data ketiga di Indonesia pada 2021. Dengan tiga pusat data yang tersedia kami akan berupaya untuk menyediakan infrastruktur awan yang terpercaya, aman, dan berperforma tinggi agar tetap menjadi yang teratas dalam praktik terbaik industri,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (15/12/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut karena perusahaan percaya bahwa teknologi cloud-native dan solusi hybrid cloud akan mendapatkan lebih banyak momentum saat memasuki 2021 untuk mendukung lebih banyak bisnis dengan transformasi digital mereka dengan cara yang cepat dan hemat biaya.

Dia menilai bahwa selama masa pandemi, bisnis membutuhkan ketangkasan, kinerja, dan fleksibilitas yang lebih dibandingkan sebelumnya untuk tetap berada di jalur pertumbuhan dengan mengembangkan layanan baru.

“Transformasi ini membutuhkan implementasi aplikasi bisnis yang mampu menawarkan fitur-fitur inovatif namun tetap mencapai zero downtime. Aplikasi semacam itu semakin sulit untuk diterapkan dengan infrastruktur yang lama, yang memiliki kemampuan terbatas,” katanya.

Hasilnya, dia menilai bahwa teknologi cloud-native dianggap sebagai alat terbaik untuk membangun sistem penting yang dapat berkembang pesat untuk menyerap beban kerja yang besar dan mengembangkan layanan baru secara instan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

data center komputasi awan alibaba
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top