Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Penipuan, Operator Telekomunikasi Jepang Hadirkan Layanan Telepon Berbasis Kecerdasan Buatan

Layanan berbasis kecerdasan buatan akan menangkap percakapan mengandung kata kunci 'pengiriman uang' atau 'rekening bank,' untuk mencegah penipuan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 28 November 2020  |  09:49 WIB
Waspadai panggilan telepon penipuan yang meminta sejumlah uang. - ilustrasi
Waspadai panggilan telepon penipuan yang meminta sejumlah uang. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa telekomunikasi Jepang Nippon Telegraph and Telephone, atau NTT, berencana meluncurkan layanan baru berbasis kecerdasan buatan guna membantu mencegah penipuan melalui telepon.

Melansir NHK pada Sabtu (28/11/2020), pada Jumat (27/11/2020) kemarin NTT telah mendemonstrasikan layanan tersebut kepada publik. Rencananya mulai awal pekan depan atau Senin (30/11/2020), layanan sudah bisa dinikmati oleh para pelanggan.

Layanan ini menggunakan sebuah alat yang dipasang ke telepon jaringan tetap pelanggan dan sebuah program kecerdasan buatan yang menganalisis percakapan secara waktu nyata.

Jika percakapan itu mengandung kata-kata kunci seperti 'pengiriman uang' atau 'rekening bank,' atau konteksnya membuat kecerdasan buatan itu menduga penelepon mungkin seorang penipu, sistem ini mengirim surat elektronik atau menelepon pelanggan atau anggota keluarganya untuk memberikan peringatan.

Dalam demonstrasi tersebut, seorang penelepon meminta pelanggan mengirim uang 5 juta yen, atau sekitar 48.000 dolar, untuk uang damai kecelakaan lalu lintas.

Di tengah percakapan itu, telepon seluler pengguna menerima sebuah pesan audio yang mendesak pengguna agar menghubungi seorang anggota keluarga dengan mengatakan penelepon itu mungkin adalah penipu.

Pejabat tinggi NTT West Kitamoto Hitoshi mengatakan grup NTT ingin mencegah orang-orang menjadi korban penipuan yang menjadi semakin canggih dan rumit.

NTT, adalah sebuah perusahaan telekomunikasi di Jepang. Hingga tahun 1985 NTT merupakan sebuah BUMN yang memonopoli usaha telekomunikasi di Jepang—setelah diswastakan kini saham pemerintah Jepang hanya tersisa sebesar sepertiga saham NTT. Agar pengaruh NTT melemah, pada tahun 1998 perusahaan ini dipecah menjadi sebuah perusahaan induk (NTT) dan tiga perusahaan telekomunikasi, yaitu NTT East, NTT West, dan NTT Communications.

NTT East, NTT West, NTT Communications, NTT DoCoMo, dan NTT Data adalah anak perusahaan terbesar dalam kelompok perusahaan NTT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang operator telekomunikasi
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top