Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asus Masih Yakin Permintaan Laptop Akhir 2020 Meningkat

Asus Indonesia menyebut tren permintaan laptop hingga akhir tahun masih akan meningkat kendati pada kuartal III/2020 mengalami penurunan secara tahunan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 November 2020  |  07:16 WIB
Model memperlihatkan unit ZenBook UX331UN (kiri) dan ZenBook UX331UAL (kanan) saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (24/7/2018). - Asus
Model memperlihatkan unit ZenBook UX331UN (kiri) dan ZenBook UX331UAL (kanan) saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (24/7/2018). - Asus

Bisnis.com, JAKARTA – Asus, perusahaan berbasis elektronik asal Taiwan, memprediksi pandemi Covid-19 masih memberikan dampak di sisi pengiriman pada kuartal III/2020.

Head of PR Asus Indonesia Muhammad Firman mengatakan bahwa pada kuartal III/2020 untuk pasar Indonesia, perusahaan memang mengalami penurunan dibandingkan di kuartal III/2019.

“Namun demikian, pada akhir kuartal III/2020, penjualan perusahaan sudah mulai kembali mendekati penjualan di kurun yang sama, yakni pada tahun lalu,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (16/11/2020).

Namun, Firman tidak dapat memberikan memerinci angka terkait dengan penurunan yang terjadi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa optimisme perusahaan ada pada akhir tahun, khususnya di kuartal IV/2020, mereka melihat potensi pertumbuhan yang cukup besar dibanding kuartal-kuartal sebelumnya.

“Bisa terlihat dari mulai langkanya produk-produk laptop dari berbagai brand di pasaran Indonesia akibat permintaan yang tinggi di beberapa pekan terakhir, dan kecenderungan bahwa reseller menaikkan harga produk karena banyaknya peminat, tetapi supply yang masih belum pulih sempurna akibat pandemi ini,” ujarnya.

Dia pun mengatakan bahwa resesi ekonomi yang diprediksi berdampak pada permintaan laptop di kalangan industri, ternyata tidak terbukti.

“Kami ambil contoh, meskipun banyak perkantoran yang tutup, tender pengadaan laptop untuk berbagai instansi menjadi tertunda akibat pandemi, tetapi disisi lain, WFH dan PJJ membuat masyarakat tetap membutuhkan laptop untuk beraktivitas. Artinya, yang terjadi adalah pergeseran permintaan pasar. Meskipun memang, dari sisi kuantitas, penjualan belum pulih ke angka di tahun sebelumnya,” katanya.

Melihat hal tersebut, Firman mengatakan bahwa langkah yang dipilih perusahaan untuk mengantisipasi tingginya permintaan laptop pada akhir tahun, ASUS Indonesia akan lebih optimal saat mengalokasikan produk untuk dipasarkan di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget laptop asus
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top