Pandemi Covid-19 Percepat Perpindahan Tenaga Kerja Manusia ke Robot

Syaiful Millah
Rabu, 21 Oktober 2020 | 11:23 WIB
VEX meningkatkan produktivitas dan mengurangi kelelahan pekerja industri. /Hyundai
VEX meningkatkan produktivitas dan mengurangi kelelahan pekerja industri. /Hyundai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Studi baru dari World Economic Forum (WEF) menyatakan bahwa robot bakal menghilangkan 85 juta pekerjaan manusia di bisnis menengah dan besar selama 5 tahun ke depan. Hal ini juga didorong oleh pandemi Covid-19 yang mempercepat perubahan di tempat kerja.

Survei terhadap hampir 300 perusahaan global menemukan empat dari lima eksekutif bisnis mempercepat rencana untuk mendigitalkan pekerjaan dan menerapkan teknologi baru, membatalkan perolehan lapangan kerja yang diperoleh sejak krisis keuangan 2007 dan 2008

"Covid-19 telah mempercepat datangnya masa depan pekerjaan [oleh robot]," kata Direktur Pelaksana WEF Saadia Zahidi, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (21/10).

Studi tersebut menemukan para pekerja yang menjalani peran mereka dalam 5 tahun ke depan, hampir setengahnya perlu mempelajari keterampilan baru. Selain itu, diperkirakan pada 2025 pengusaha akan membagi pekerjaan antara manusia dan mesin secara merata.

Secara keseluruhan, penciptaan lapangan kerja melambat dan pemusnahan pekerjaan semakin cepat karena perusahaan di seluruh dunia menggunakan teknologi daripada orang untuk tugas-tugas seperti entri data, akuntansi, dan administrasi.

Kendati begitu, WEF memperkirakan adanya kabar baik dengan lebih dari 97 juta pekerjaan akan muncul di berbagai sektor ekonomi, termasuk perawatan, industri teknologi seperti kecerdasan buatan, dan industri pembuatan konten.

"Tugas-tugas di mana manusia ditetapkan untuk mempertahankan keunggulan komparatif mereka termasuk mengelola, menasihati, membuat keputusan, menalar, berkomunikasi dan berinteraksi," katanya.

Permintaan akan meningkat untuk pekerja yang dapat mengisi pekerjaan ekonomi hijau, pengolahan data dan fungsi kecerdasan buatan, peran baru dalam teknik, komputasi awan, dan pengembangan produk.

Sekitar 43 persen bisnis yang disurvei menyatakan mengurangi tenaga kerja mereka karena integrasi teknologi, 41 persen berencana untuk memperluas penggunaan kontraktor, dan 34 persen membayangkan memperluas tenaga kerja mereka karena integrasi teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Syaiful Millah
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper