Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow, Burung Ini Terbang Nonstop Selama 11 Hari dengan Jarak 12.000 Km

Waktu tempuh itu, memecahkan penerbangan nonstop terpanjang di antara burung yang diketahui para ilmuwan, demikian dilansir dari Livescience.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  14:19 WIB
Godwit
Godwit

Bisnis.com, JAKARTA - Seekor burung jenis Godwit ekor belang (Limosa lapponica) baru saja memecahkan rekor terbang selama 11 hari langsung dari Alaska ke Selandia Baru, menempuh jarak 7.500 mil (12.000 kilometer) tanpa henti.

Waktu tempuh itu, memecahkan penerbangan nonstop terpanjang di antara burung yang diketahui para ilmuwan, demikian dilansir dari Livescience.

Godwits ekor belang "besar, berisik, dan berwarna kayu manis", menurut National Audubon Society. Dan mereka dikenal melakukan migrasi yang mengesankan antara Alaska dan Selandia Baru, terbang ribuan mil tanpa henti. 

Para ilmuwan melacak godwit jantan khusus yang dikenal sebagai "4BBRW" untuk identifikasi cincin berwarna di kakinya, melalui satelit onboard. Pada 2019, mereka menangkap dan menandai 4BBRW bersama dengan 19 godwits ekor belang lainnya di Firth of Thames, tenggara Auckland.

Setelah meninggalkan Alaska, godwit terbang ke selatan di atas Kepulauan Aleut dan mendarat di sebuah teluk dekat Auckland di Selandia Baru 11 hari kemudian. Satelitnya mencatat waktu di 7.987 mil (12.854 km),.

Tetapi kesalahan pembulatan kemungkinan berarti bahwa perjalanan sebenarnya diperpanjang sekitar 7.581 mil (12.200 km), menurut para ilmuwan. Terkadang, dia terbang hingga 55 mph (89 km / jam). Sebelumnya, penerbangan nonstop terpanjang yang tercatat di antara burung dilakukan oleh godwit ekor belang betina yang terbang sekitar 7.145 mil (11.500 km) dalam sembilan hari pada tahun 2007, menurut National Geographic.

Mereka memang hidup dengan jam terbang perjalanan yang begitu lama. "Mereka memiliki tingkat bahan bakar-ke-energi yang sangat efisien," kata Jesse Conklin, yang merupakan bagian dari Global Flyway Network, sekelompok ilmuwan yang mempelajari migrasi tersebut.

"Mereka dirancang seperti jet tempur. Sayap panjang, runcing dan desain yang sangat ramping, yang memberi mereka banyak potensi aerodinamis." tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekor burung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top