Ini 5 Fakta Menarik Soal Tutupnya Blanja.com

Rio Sandy Pradana
Kamis, 3 September 2020 | 15:58 WIB
Blanja.com
Blanja.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Blanja.com, perusahaan joint venture antara PT Telekomunikasi Indonsia Tbk. (Persero) dan eBay, resmi tutup atau menghentikan operasi pada 1 September 2020. Namun, ada beberapa fakta menarik dibalik tutupnya situs yang diluncurkan sejak 2012 itu.

1. Blanja.com Umumkan Penutupan Secara Resmi

Dalam website resminya, Blanja.com, mengungkapkan bahwa pemberhentian operasi tersebut merupakan bagian dari perubahan strategi bisnis yang dilakukan oleh Blanja.com. Adapun untuk pembelian, penjualan, pembayaran dan pengiriman yang masih dalam proses, masih bisa diselesaikan.

“Maka kami sampaikan bahwa terhitung mulai 1 September 2020 seluruh kegiatan pembelian di BLANJA akan dihentikan,” tulis Blanja.com dalam situsnya, Rabu (2/9/2020).

Blanja.com pun mengimbau kepada para pengguna dan juga Teman Blanja untuk melakukan penarikan saldo pada Dompet Blanja sebelum tanggal 30 September 2020.

2. Pengguna Diimbau Tarik Saldo Dompet Blanja.com

Dilansir dari website resmi Blanja.com berikut cara penarikan Saldo dari Dompet Blanja.com baik dari versi desktop maupun mobile.

Blanja.com menjelaskan bahwa penarikan dana artinya mentransfer dana di Dompet Blanja ke rekening Bank. Penarikan dana dapat menggunakan rekening dari Bank apa saja. Minimal penarikan dana adalah Rp10.000 dan biaya transfer merupakan tanggungan buyer/seller.

Adapun, untuk penarikan saldo di Dompet Blanja di atas 30 September bisa dengan mengirimkan email ke [email protected] dengan email yang terdaftar dan melampirkan file identitas diri (KTP dan salinan buku rekening).

3. Telkom Indonesia Buka Suara

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Persero) membenarkan kabar penghentian opersional platform dagang elektronik, Blanja.com.

Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid mengatakan sejalan dengan program transformasi perusahaan, terhitung 1 Oktober 2020 Telkom hanya akan fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui transaksi business to business (B2B).

"Ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk mengembangkan bisnis e-commerce ke arah yang lebih baik, sejalan dengan rencana strategis jangka panjang perusahaan dalam rangka meningkatkan profitabilitas perusahaan," kata Fajrin dalam siaran pers, Rabu (2/9/2020).

Dia menuturkan bahwa perseroan tengah fokus menangkap peluang bisnis e-commerce di pasar korporasi. Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui Pasar Digital (PaDi) UMKM untuk mengembangkan bisnis dan ekosistem UMKM. Telkom bersama 8 BUMN lain.

4. Saham TLKM Justru Naik

Laju saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode TLKM terpantau menguat cukup signifikan di sesi pertama perdagangan Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, saham Telkom menguat 1,38 persen atau 30 poin ke posisi 2.940 pada pukul 10.25 WIB. Saham Telkom dibuka pada posisi 2.900 dan bergerak di rentang 2.900 s.d 2.940.

Total perdagangan saham berkode TLKM mencapai 32,88 juta lembar dengan nilai transaksi Rp99,23 miliar. Kenaikan harga saham mengantarkan kapitalisasi pasar saham TLKM ke posisi Rp292,23 triliun.

Saham Telkom tercatat 1 dari 3 saham big caps yang mencetak penguatan di saat indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,16 persen ke posisi 5.301,12 pada pukul 10.29 WIB.

Kenaikan saham Telkom tidak terpaut jauh dari pengumuman perseroan terkait penutupan situs belanja Blanja.com. Platform tersebut merupakan hasil patungan dengan eBay.

5. Dugaan Blanja.com Kalah Bersaing

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menilai beralih fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan transaksi business to business (B2B) adalah alasan dari berhenti beroperasinya lokapasar daring, Blanja.com.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan langkah tersebut tidak mengartikan Blanja.com tidak dapat bersaing dengan kompetitor lain. Namun, perusahaan joint venture antara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Persero) dan eBay tersebut melihat peluang lain yang lebih besar.

“Blanja.com bukannya tidak kuat bersaing tetapi tidak mau bersaing dengan mereka [e-commerce lain]. Telkom dan eBay punya kemampuan dan uang, bahkan untuk melawan raksasa e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, Bukalapak, dan Lazada,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (2/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper