Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi layanan streaming video. - Bloomberg/Daniel Acker
Premium

Ketika Raja ‘Live Streaming’ Ditantang Dominasinya

30 Agustus 2020 | 15:13 WIB
Gugatan RCTI dan iNews mengenai live streaming pada Undang-undang Penyiaran dianggap sebagai bentuk ketidaksiapan lembaga penyiaran yang ada terhadap perubahan digital yang dinamis.

Bisnis.com, JAKARTA – Dunia penyiaran baru-baru ini dikagetkan oleh gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang dilayangkan oleh RCTI dan iNews terhadap fitur siaran langsung di media sosial.

Patut dicatat, pihak penggugat memang tidak menggugat seluruh pasal di UU Penyiaran melainkan hanya pasal 1 ayat 2.

Beleid tersebut berbunyi "Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran."

Secara tidak langsung, gugatan yang dilakukan oleh dua media penyiaran yang masih satu grup ini menasbihkan bahwa media sosial berada di atas angin dan mengancam keberadaan media penyiaran konvensional.

Ketimbang media televisi yang penciptaan kontennya tersentralisasi, konten di media sosial memang lebih beragam sehingga penonton memiliki keleluasaan memiliki konten mana yang dirasa menarik.

Ketua Organnisasi dan Keanggotaan APJII, Handoyo Taher menilai bahwa lahirnya gugatatn merupakan bentuk ketidaksiapan lembaga penyiaran yang ada terhadap perubahan yang begitu cepat.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top