Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indosat (ISAT) Pangkas Pengoperasian BTS 3G

Langkah yang diambil Indosat ini merupakan yang pertama kali dilakukan Indosat dalam 10 kuartal terakhir.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  13:50 WIB
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, BANDUNG — PT Indosat Tbk. memangkas jumlah base transceiver station 3G yang beroperasi selama 3 bulan terakhir atau selama masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan info memo semester 1/2020, yang dikutip Kamis (30/7/2020), Indosat (ISAT) hanya mengoperasikan 45.402 BTS 3G. Jumlah ini 5.617 BTS lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah BTS 3G pada kuartal I/2020 yang berjumlah 51.019 BTS.

Tidak hanya itu, berdasarkan data yang dihimpun, langkah yang diambil Indosat ini merupakan yang pertama kali dilakukan Indosat dalam 10 kuartal terakhir.

Sebelumnya, Indosat rajin dalam menambah jumlah BTS 3G sebagai peningkatan kapasitas jaringan maupun untuk memperluas ekspansi jaringan.

Meskipun secara kuartal jumlah BTS 3G Indosat mengalami penyusutan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah BTS 3G ISAT bertambah 5.236 BTS. Adapun, pada kuartal II/2019, jumlah BTS 3G Indosat sebanyak 40.116 BTS.

Sebelumnya, Indosat mengumumkan bahwa total pendapatan perseroan meningkat 9,4 persen secara tahunan menjadi Rp13,5 triliun pada kuartal II/2020.

Peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh jumlah pelanggan Indosat yang bertambah mencapai 57,2 juta pada akhir Juni 2020 atau meningkat 0,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Indosat juga mencatatkan rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) senilai  Rp31.400 pada 6 bulan pertama 2020, jumlah ini meningkat dari kuartal sebelumnya yang senilai Rp29.600.

Presdir & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Abdulaziz A.A. Al-Neama mengatakan bahwa pertumbuhan perseroan berada di jalur yang tepat dengan strategi 3 tahun. Pertumbuhan ini terjadi di tengah pandemi Covid-19.

“Selama masa menantang ini, kami menyadari tangung jawab Indosat Ooredoo untuk membantu masyarakat tetap terhubung dan kami telah mempercepat penggelaran jaringan  untuk memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan,” kata Ahmad.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat bts
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top