Game Fantasy Town, Simulasi Pertanian dengan Nuansa Lokal

Rezha Hadyan
Senin, 27 Juli 2020 | 08:16 WIB
Permainan Fantasy Town./ilustrasi
Permainan Fantasy Town./ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Apakah Anda penggemar serial gim/ game simulasi pertanian legendaris Harvest Moon? Jika memang demikian tak ada salahnya Anda mencoba gim serupa yang menghadirkan nuansa lokal di dalamnya, yakni Fantasy Town.

Gim tersebut belum lama ini diluncurkan oleh Garena di Google Play Store untuk platform Android. Adapun, untuk platform iOS saat ini masih dalam proses verifikasi sebelum dirilis di Apple App Store.

Gim yang dikembangkan oleh Arumgames itu mengajak Anda untuk bercocok tanam, beternak, berdagang, menjelajahi area misterius, hingga membangun kota impian yang di awal permainan porak poranda akibat diserang monster bernama Troll.

Di awal permainan Anda diminta untuk membangun kembali satu per satu bangunan vital seperti rumah, kandang ternak, gudang penyimpanan, dan ladang yang rusak. Setelah itu, barulah Anda diminta untuk menanam kembali ladang dengan jagung atau gandum serta mengisi kandang ternak dengan sapi perah.

Setelah itu, Anda harus merawatnya sebelum akhirnya bisa dipanen di kemudian hari. Hasil panen bisa diolah menjadi cadangan pangan atau dijual ke kota lainnya. Tak berbeda dengan gim simulasi pertanian lainnya bukan?

Namun, di sela-sela aktivitas tersebut Anda juga harus waspada dan mengantisipasi serangan kembali oleh Troll. Citizen—sebutan jenis karakter dalam Fantasy Town—yang akan membantu Anda mengantisipasi kemungkinan tersebut adalah ksatria, penyihir, dan prajurit.

Adapun, jenis citizen lain yang juga menemani Anda sepanjang permainan adalah petani, tukang roti, pedagang, koki, pengrajin, penambang, pandai besi, dan boneka kayu.

permainan fantasy game
permainan fantasy game

Lantas, dimana nuansa lokal yang digadang-gadang sebagai keunggulan dari Fantasy Town?

Nuansa lokal bisa Anda temukan pada pakaian yang digunakan oleh masing-masing citizen. Pakaian yang dikenakan citizen terinspirasi dari pakaian adat berbagai suku di Indonesia. Selain itu, beberapa bangunan yang ada di Fantasy Town juga dibuat mirip dengan beberapa rumah adat Nusantara.

Strategic Operations Garena Indonesia Calvindoro Chrisna mengatakan Fantasy Town juga menghadirkan sejumlah karakter legenda Nusantara seperti Garuda, Nyi Roro Kidul, Nyi Iteung, dan Kabayan untuk menambah nuansa lokal selama permainan.

“Pemain juga dapat mengunjungi berbagai bangunan lokal seperti Monas (Monumen Nasional), Museum Fatahillah, Lawang Sewu, Rumah Gadang, Rumah Adat Papua, Rumah Adat NTT (Nusa Tenggara Timur), serta Rumah Adat Makassar,” katanya belum lama ini.

Lebih lanjut, Calvindoro menjelaskan gim dapat dimainkan bersama-sama secara daring. Pemain bisa berinteraksi satu sama lain selama permainan dan melakukan berbagai aktivitas yang menguntungkan seperti berdagang atau melawan monster.

“Bagi pemain yang menyukai tantangan mereka juga dapat mengumpulkan citizen untuk menjelajahi area misterius dan menaklukan berbagai [jenis] monster di dalamnya,” tambahnya.

Respon Positif

Di sisi lain, peluncuran Fantasy Town juga mendapatkan respon positif dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. Dia menyebut gim ponsel sebagai salah satu sub-sektor ekonomi kreatif cukup efektif untuk memperkenalkan budaya dan cerita rakyat Nusantara lantaran tengah digandrungi oleh masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Kami harapkan kedepannya semakin banyak developer [gim] yang mengangkat dan memperkenalkan cerita rakyat Indonesia sejalan dengan gerakan Bangga Buatan Indonesia,” katanya.

Demikian halnya dengan respon dari masyarakat, Fantasy Town sukses menjadi gim cuma-cuma yang paling banyak diunduh di Google Play Store. Tercatat gim ini sudah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna perangkat Android hanya dalam waktu sepekan setelah resmi dirilis.

Fantasy Town juga mendapatkan penilaian yang sangat baik dengan nilai 4,7 dari 5. Mereka yang mengunduh gim tersebut sebagian besar juga iku memberikan ulasan positif. Mulai dari alur permainan dan tampilan yang mudah dipahami, tidak membebani kinerja ponsel, hingga musik latar yang dinilai unik.

Perlu diingat gim yang satu ini memang dirancang untuk dapat dimainkan di ponsel dengan spesifikasi pas-pasan. Oleh karena itu, jangan banyak berharap dengan kualitas grafisnya yang dapat dikatakan tak jauh berbeda dengan kualitas grafis gim konsol Play Station generasi pertama.

Tak ada gading yang tak retak, Fantasy Town juga sempat menuai kontroversi lantaran memiliki kemiripan dengan gim QubeTown, terutama dari segi alur permainan. Namun, hal tersebut tak menjadi persoalan besar lantaran gim tersebut pada dasarnya sama-sama dikembangkan oleh Arumgames. Jadi, tidak ada kasus plagiasi dalam hal ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rezha Hadyan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper