Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Milenial Masih Enggan Memperketat Keamanan Digital Gadgetnya, Benarkah?

Perusahaan keamanan siber, Kaspersky melalui laporan terbarunya menemukan dari sepertiga milenial (37%) berfikir mereka target yang membosankan bagi para pelaku kejahatan siber.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  11:53 WIB
Kaspersky Cybersecurity Index - Istimewa
Kaspersky Cybersecurity Index - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan keamanan siber, Kaspersky melalui laporan terbarunya menemukan dari sepertiga milenial (37%) berpikir mereka target yang membosankan bagi para pelaku kejahatan siber.

Andrew Winton, Vice President, Marketing di Kaspersky menjelaskan bahwa melalui laporan global terbaru Kaspersky, More Connected Than Ever Before: How We Build Our Digital Comfort Zones, mengeksplorasi tentang bagaimana orang-orang mengubah kebiasaan dalam kehidupan mereka untuk tetap merasa nyaman dengan kehadiran teknologi.

Dia melihat meskipun para milenial memiliki tendensi untuk memperketat keamanan daring mereka, namun nyatanya tindakan yang dilakukan menunjukkan cerita berbeda.

“Banyaknya milenial yang berpikir bahwa mereka terlalu membosankan untuk menjadi target para pelaku kejahatan siber, sebanyak 36% mengatakan sadar harus berbuat lebih banyak untuk memperkuat keamanan digitalnya, namun masih belum tidak menjadikannya prioritas utama dalam to-do-list mereka,” ungkapnya lewat rilis resminya, Sabtu, (25/7)

Dia mengatakan bahwa akibat normal baru yang memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah, rumah menjadi pusat teknologi bagi para milenial.

“Mereka sekarang menghabiskan hampir dua (1,8) jam ekstra di dunia daring setiap hari dibandingkan dengan awal tahun, menjadikan rata-rata harian mereka mencapai 7,1 jam sehari. Hampir setengah (49%) mengatakan peningkatan waktu daring ini membuat mereka lebih sadar akan keamanan digitalnya,” ungkapnya.

Dari laporan tersebut juga mencatatkan bahwa kaum milenial menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial, dan hampir dua pertiga (61%) mengatakan bahwa peningkatan kencan daring dari rumah menjadi perhatian khusus bagi keamanan digital mereka.

Lebih lanjut untuk mengatasi masalah ini, hampir setengah (52%) milenial sekarang mengatakan bahwa mereka hanya menjalankan aplikasi yang dapat dipercaya pada perangkat dari toko resmi seperti Apple Store dan Google Play.

“Dan sebanyak 49% menjalankan pemindaian anti-virus regular pada setiap perangkat mereka untuk perlindungan diri. Namun, garis mengganggu juga muncul dengan sebesar 13% milenial mengaku menggunakan Wi-Fi tetangga mereka secara diam-diam,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaspersky perbankan Digital Banking
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top