Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebanyak 2.500 Game Dihapus dari AppStore China, Ini Penyebabnya

SensorTower melaporkan, gim terkenal yang dihapus dari AppStore China pada sejauh ini termasuk gim simulasi pertanian besutan Supercell, Hay Day, Nonstop Chuck Norris dari Flaregames, dan "Solitaire" dari Zynga.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  16:16 WIB
App store
App store

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 2.500 gim dihapus dari toko aplikasi App Store, di China pada pekan pertama Juli, empat kali lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada bulan lalu.

Melansir Gadgets360 pada Rabu (15/7/2020), hal tersebut terjadi setelah setelah Apple menutup celah yang membutuhkan lisensi pemerintah China pada sejumlah aplikasi, menurut data dari Sensor Tower.

Apple memberi tenggat waktu hingga akhir Juni kepada para penerbit gim yang mendapat pemasukan dari game,untuk menyerahkan nomor lisensi yang dikeluarkan pemerintah yang memungkinkan mereka melakukan pembelian dalam aplikasi. Persyaratan tersebut sudah lama dimiliki oleh toko aplikasi berbasis Android di China.

Tidak diketahui mengapa Apple tak mengimplementasikan hal tersebut sejak lama seperti pada platform Android.

SensorTower melaporkan, gim terkenal yang dihapus dari AppStore China pada sejauh ini termasuk gim simulasi pertanian besutan Supercell, Hay Day, Nonstop Chuck Norris dari Flaregames, dan "Solitaire" dari Zynga.

"Mungkin saja game-game  ini akan tersedia kembali di masa depan, namun telah hilang dari etalase toko selama lebih dari lima hari," ujar Head of Mobile Insights Sensor Tower, Randy Nelson.

Perusahaan analisa pemasaran aplikasi tersebut tidak dapat menyebutkan alasan game tersebut dihapus, namun Nelson menekankan kenaikan tajam jumlah aplikasi yang dihapus itu menjadi catatan.

Namun yang jelas, Apple hingga saat ini belum memberikan komentarnya terkait hal tersebut.

Gim yang dihapus pada pekan pertama Juli 2020 itu telah menghasilkan gabungan pendapatan kotor sebesar US$34,7 juta di China, dan telah mengakumulasikan lebih dari 133 juta unduhan di negara itu.

Perlu diketahui bahwa China telah memperketat kontrolnya terhadap pasar video gim terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Demikian halnya dengan gim daring yang menghasilkan uang dan acapkali menghadapi proses persetujuan yang panjang untuk mendapatkan lisensi.

Pada Februari, video game "Plague Inc," yang melonjak popularitasnya di tengah wabah virus corona, telah dihapus dari toko aplikasi Apple di China, setelah regulator mengatakan game tersebut berisi konten ilegal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

game appstore
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top