Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rekening Bank Penipu Beredar, Ini Cara Agar Tak Tertipu

Transaksi nontunai dengan menggunakan nomor rekening bank tengah marak. Lalu, bagaimana caranya agar tak jadi korban penipuan?
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  15:19 WIB
Transaksi digital semakin marak di tengah pandemi virus corona. Namun, konsumen harus tetap waspada agar terhindar dari aksi penipu yang bermodus menjadi pelapak di situs dagang elektronik dan menggunakan nomor rekening palsu.ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Transaksi digital semakin marak di tengah pandemi virus corona. Namun, konsumen harus tetap waspada agar terhindar dari aksi penipu yang bermodus menjadi pelapak di situs dagang elektronik dan menggunakan nomor rekening palsu.ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA— Melakukan transfer antarbank menjadi salah satu pilihan paling lazim untuk transaksi nontunai dan belanja daring. Berikut cara agar konsumen tak tertipu di tengah beredarnya nomor rekening bank yang digunakan para penipu.

Pada 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika membangun situs khusus untuk mengetahui status nomor rekening yang beredar. Melalui situs cekrekening.id, konsumen bisa mendapatkan informasi tentang nomor rekening yang diterima.

Bila konsumen melakukan pengecekan sebelum mengirimkan uang, konsumen bisa terhindar dari potensi penipuan. Pasalnya, tak semua aplikasi perbankan memiliki fitur untuk memastikan nomor rekening tujuannya. Terlebih, bila konsumen menggunakan anjungan tunai mandiri (ATM).

Konsumen bisa masuk ke situs cekrekening.id lalu mengisi nomor rekening dan bank. Hanya dalam hitungan detik, konsumen bisa mendapatkan informasi tentang pemilik nomor rekening itu.

Bisnis mencoba memasukkan nomor rekening ke situs tersebut untuk mengetahui hasil penelusurannya. Lalu, setelah memasukkan nomor rekening, laman akan mengantarkan ke seksi lain dengan informasi berupa status verifikasi dan laporan terhadap nomor rekening terkait.

Nomor rekening yang Bisnis masukkan ke situs tersebut tercatat terverifikasi dan tak mendapatkan laporan apapun. Dengan fitur itu, konsumen juga bisa menambahkan laporan bila diketahui nomor rekening tertentu digunakan untuk alat penipuan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun mengimbau agar masyarakat semakin berhati-hati sebelum mengirimkan uang. Dia juga mengajak para penyelenggara telekomunikasi melakukan kampanye agar penyebaran rekening palsu melalui pesan singkat.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan uang kartal yang diedarkan (UYD) mengalami tercatat melambat menjadi 6,3% (yoy) pada kuartal pertama tahun ini. “Strategi bank yang menyimpan lebih sedikit persediaan uang kartal menjadi penyebab utama perlambatan ini,” katanya, Selasa (19/5/2020).

Sementara itu, lanjut Perry, transaksi nontunai menggunakan ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik pada Maret 2020 pun ikut menurun 4,7% secara year-on-year (yoy). Hal ini, menurutnya merupakan dampak negatif dari menurunnya aktivitas ekonomi pada masyarakat.

Namun, khusus untuk transaksi uang elektronik masih tetap tumbuh tinggi yakni 67,9% yoy dan volume transaksi digital banking juga tumbuh lebih cepat mencapai 60,8% yoy. “Perkembangan terakhir ini dipengaruhi meningkatnya transaksi ekonomi dan keuangan digital di era pandemi.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona rekening bank Transaksi Nontunai
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top