Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aplikasi PeduliLindungi Masih Sepi Peminat

Aplikasi PeduliLindungi baru diunduh hingga 4,1 juta kali atau setara dengan 5 persen penduduk Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  19:21 WIB
aplikasi ini juga digunakan untuk memonitor pendatang dari luar negeri dan pos lintas batas. - pedulilindungi.id
aplikasi ini juga digunakan untuk memonitor pendatang dari luar negeri dan pos lintas batas. - pedulilindungi.id

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi PeduliLindungi yang dikembangkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, (Telkom) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rupanya masih belum banyak dimanfaatkan oleh penduduk Indonesia.

Direktur Digital Business Telkom, Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan bahwa saat ini aplikasi tersebut telah diunduh hingga 4,1 juta kali. Adapun dia berharap agar penggunaan aplikasi ini dapat menjadi infrastruktur untuk menurunkan penyebaran Covid-19.

"Per hari ini lebih dari 4,1 juta download dan belum mencapai 5 persen penduduk Indonesia. Di beberapa negara maju dunia yang sudah cukup banyak penduduknya men-download aplikasi serupa, ada tren penyebaran Covid-19 semakin baik. Jadi kami optimistis dengan aplikasi ini seiring dengan banyak aplikasi didownload masyarakat," ungkapnya lewat konferensi virtual, Selasa (30/6/2020).

Untuk itu, berupaya mencari cara untuk meningkatkan jumlah unduhan masyarakat terhadap aplikasi tersebut. Salah satunya dengan bekerja sama dengan Gojek.

Menurut Shinto Nugroho, Chief Policy and Government Relations Gojek, kolaborasi ini dianggap penting, khususnya terhadap pencegahan infeksi virus dan perlindungan terhadap masyarakat.

“Di negara-negara lain juga menerapkan inisiatif yang sama, yaitu menjalankan inisiatif yang dari pemerintah untuk menekan angka penyebaran pandemi dan banyak yang efektif. Kami berharap semakin luasnya penggunaan PeduliLindungi ini juga akan berfungsi serupa di Indonesia,” terangnya.

Untuk diketahui hingga Juni 2020, aplikasi PeduliLindungi telah diunduh sebanyak lebih dari 4,1 juta dan mendapatkan rating 4,4 di Google PlayStore.

Sebelumnya, dalam rapat kerja Senin, 22 Juni 2020, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebutkan Aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk pencegahan sekaligus alert-system guna menghentikan penyebaran Covid-19 memang memiliki penetrasi adopsi sebesar 5 persen.

“Total pengguna Aplikasi PeduliLindungi adalah 4.025.861 jiwa atau sekitar 5 persen dari total pengguna smartphone Indonesia. Target pengguna adalah 25 persen dari total pengguna smartphone di Indonesia, yakni sebanyak 78 juta pengguna,” jelasnya.

Menteri Johnny memaparkan saat ini rating aplikasi PeduliLindungi adalah 4.4 baik yang termasuk dalam kategori disukai oleh pengguna.

“Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain yang memiliki aplikasi sejenis dengan teknologi serupa, Aplikasi PeduliLindungi memiliki rating yang cukup baik dan disukai oleh user,” paparnya.

Sementara itu, Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute melihat bahwa saat ini aplikasi PeduliLindungi sudah tidak begitu penting bagi deteksi penyebaran Covid-19. Pasaslnya, masyarakat masih diharuskan untuk melakukan sejumlah tes sehingga dia melihat bahwa aplikasi tersebut kurang efektif.

“Buktinya kan tetap harus tes rapid atau PCR-swab test untuk menentukan tidak terinfeksi. Kalau aplikasi itu jalan, harusnya cukup pakai aplikasi saja,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 kemenkominfo aplikasi
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top