Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aturan Soal Komponen Lokal akan Direvisi, Asus Buka Suara

Asus Indonesia angkat bicara terkait dengan rencana pemerintah merevisi aturan soal tingkat komponen dalam negeri dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 68/2015.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  19:45 WIB
Ilustrasi - EasyAcc
Ilustrasi - EasyAcc

Bisnis.com, JAKARTA - Asus Indonesia angkat bicara terkait dengan rencana pemerintah merevisi Peraturan Menteri Perindustrian No. 68/2015 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Elektronika dan Telematika.

Head of Public Relations and e-Marketing Muhammad Firman mengatakan dalam penerapannya revisi tersebut harus didahului dengan proses sosialisasi serta pemberian waktu tenggang bagi perusahaan untuk beradaptasi.

"Asalkan ada sosialisasi dan waktu tenggang bagi pihak industri untuk beradaptasi, kami dipastikan akan menyesuaikan diri dengan regulasi tersebut," ujar Firman kepada Bisnis.com, Senin (22/6/2020).

Meski demikian, Firman optimistis jika hasil revisi Permenperin 58/2015 diterapkan secara ketat, kontrol dan pengawasan yang baik, serta diiringi dengan iklim bisnis yang kondusif, maka perusahaan-perusahaan global bakal mengucurkan modal di Tanah Air.

"Jika demikian, tentunya perusahaan-perusahaan skala global, termasuk Asus Indonesia, akan terus meningkatkan investasinya di sini," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menyusun detil perhitungan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk elektronika dan telematika dengan merevisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 68 Tahun 2015 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Produk Elektronika dan Telematika.

Rencananya, Kemenperin akan merevisi penghitungan bobot TKDN produk digital dari 80 persen untuk aspek manufaktur dan 20 persen aspek pengembangan menjadi 70 persen untuk aspek manufaktur dan 30 persen pengembangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Minggu (21/6/2020) mengatakan implementasi kebijakan pengoptimalan TKDN akan memperkuat struktur manufaktur sehingga diyakini bisa menarik investasi, serta mendongkrak daya saing industri dan perekonomian nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tkdn asus
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top