Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Premium

Sukses TikTok Saat Pandemi: Dulu Dicap Alay, Kini Naik Kelas

26 Mei 2020 | 12:10 WIB
Pandemi virus corona membuat aktivitas luar ruang terbatas. Platform media sosial pun menjadi pilihan untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk TikTok.

Bisnis.com, JAKARTA — Bukan Youtube, Netflix, apalagi Tinder. Ternyata, aplikasi non gim smartphone yang meraih pendapatan tertinggi sepanjang April 2020 adalah TikTok.

Berdasarkan data Sensor Tower, aplikasi besutan perusahaan China ByteDance Ltd., tersebut mencatatkan estimasi pemasukan sebesar US$78 juta, alias US$2 juta lebih besar dibanding yang diraup kompetitor terdekat mereka, YouTube.

Jika angka itu dibandingkan dengan data April 2019, maka pendapatan yang diraup TikTok berlipat ganda 10 kali.

Sebagai perusahaan yang lahir dari China dan berpusat di Amerika Serikat (AS), moncernya performa TikTok mulanya sama sekali tak ada dalam pikiran banyak orang. Apalagi, hingga pengujung 2019, masa depan perusahaan ini mulai berada dalam himpitan akibat memanasnya perang dagang antara Beijing dan Washington.

Saat usul amandemen Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional dan Perlindungan Data Pribadi muncul di AS pada 18 November 2019, parade kecaman oleh para anggota senat Negeri Paman Sam pun bermunculan.

“Apabila anak Anda menggunakan TikTok, ada kemungkinan Partai Komunis China mengetahui di mana anak Anda sedang berada, seperti apa wajah dan bagaimana suaranya. Itulah bahaya yang tak pernah disampaikan TikTok kepada para penggunanya,” ujar senator Republik Josh Hawley kala itu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top