Kerek Produktivitas, Kominfo Adakan Pelatihan Digital

Kominfo telah meluncurkan tiga program berbasis digital guna meningkatkan produktivitas masyarakat di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  19:32 WIB
Kerek Produktivitas, Kominfo Adakan Pelatihan Digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memberikan penjelasan di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meluncurkan tiga program yakni Digital Talent Scholarship (DTS) 2020, Siberkreasi Online Class, dan program pendampingan untuk para pelaku UMKM/UMi di kawasan wisata prioritas.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan ketiga program tersebut diluncurkan guna meningkatkan produktivitas masyarakat di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami menghadirkan 3 program yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan bidang digital secara online,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2020).

Johnny menjelaskan selama masa pandemi Covid-19, Kementerian Kominfo menyediakan 40.000 kesempatan pelatihan secara daring melalui program Digital Talent Scholarship (DTS) 2020.

“Program ini terbuka untuk masyarakat yang telah lulus pendidikan formal. Peserta yang menyelesaikan pelatihan ini akan mendapatkan certificate of completion, dan peserta yang memenuhi kriteria tertentu akan difasilitasi untuk mengikuti tes sertifikasi global,” tuturnya.

Menurut Johnny, gelombang pertama DTS Online Academy 2020 yang sedang diikuti oleh peserta sebanyak 20.300 orang. Sedangkan sejak 12 Mei hingga 31 Mei 2020, telah dibuka pendaftaran gelombang II Program DTS untuk beberapa tema, yaitu Android Developer, iOS Developer, Augmented Reality, Associate Cloud Engineer, Digital Skills, HTML (Hypertext Markup Language), CSS (Cascading Style Sheets), dan Javascript.

Selain itu, program DTS 2020 juga menghadirkan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bagi masyarakat yang berminat mengembangkan UMKM/UMi untuk masuk ke ranah digital.

Program kedua berkaitan dengan Siberkreasi Online Class. Program itu terdiri dari tiga sub-program, yaitu Hangout Online, #BerkreasidiIGLive, dan School of Influencer.

“Hangout Online diadakan setiap hari Senin dan Kamis tiap minggunya, dimana peserta akan dipertemukan dengan narasumber pakar serta influencer untuk membicarakan isu literasi digital,” jelas Johnny.

Selanjutnya, #BerkreasidiIGLive adalah program mingguan Siberkreasi bersama public figure melalui dialog di Instagram Live @Siberkreasi. “Dialog yang dibicarakan dalam #berkreasidiIGLive utamanya mengenai kondisi di masa pandemi sebagai bagian dari kampanye #DiRumahSaja dan #TidakMudik,” tambah Johnny.

Melalui Siberkreasi School of Influencer, menurut Johnny, masyarakat diajak untuk mengembangkan keterampilan media sosial dengan belajar langsung dari para pakar.

“Topik-topik pembelajarannya meliputi: fotografi, videografi, jurnalistik, teknik menulis, dan digital marketing. Program-program ini ditargetkan dapat menjangkau 100.000 peserta selama masa pandemi,” jelasnya.

Kementerian Kominfo juga menghadirkan program pendampingan untuk para pelaku UMKM/UMi di kawasan wisata prioritas yang menjangkau 2.000 orang. Program ini menyediakan pelatihan Bahasa Inggris melalui platform digital CAKAP untuk peserta di berbagai desa wisata di Indonesia yang dilakukan selama 7 bulan.

Menurut Menteri Johnny, seluruh kegiatan tersebut di atas, yang dulunya dilaksanakan secara tatap muka dan daring, saat ini seluruhnya dilakukan pelatihan daring.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kominfo

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Rio Sandy Pradana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top