Nusantics Raup Pendanaan Tahap Awal dari East Ventures

Nusantics, perusahaan rintisan lokal yang bergerak di bidang teknologi genomika (genomics technology), mengumumkan pendanaan tahap awal (seed funding) dari East Ventures dengan nilai yang tidak dipublikasikan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  03:30 WIB
Nusantics Raup Pendanaan Tahap Awal dari East Ventures
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Nusantics, perusahaan rintisan lokal yang bergerak di bidang teknologi genomika (genomics technology), mengumumkan pendanaan tahap awal (seed funding) dari East Ventures dengan nilai yang tidak dipublikasikan.

Pihak Nusantics mengatakan Suntikan dana tersebut akan digunakan untuk mengakselerasi misi perusahaan dalam memelopori industri biogenome di Indonesia.

Adapun, sebagai perusahaan berbasis teknologi, Nusantics akan berfokus dalam pengembangan hingga penerapan ragam riset genomika (genomics) dan mikrobioma (microbiome) untuk dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup yang sehat serta berkelanjutan (sustainable).

Microbiome adalah ekosistem kompleks yang terdiri dari mikroorganisme seperti bakteri, virus, hingga jamur yang hidup di permukaan dan di dalam tubuh semua makhluk hidup, termasuk manusia. Setiap orang memiliki profil microbiome unik yang berperan penting dalam sistem imunitas mereka.

Berbekal pemahaman atas profil microbiome, Nusantics percaya bahwa hal tersebut dapat membantu konsumen untuk memilih produk yang paling tepat dan dibutuhkan oleh tubuh mereka.

Adapun, analisis microbiome juga bisa membantu industri dan konsumen dalam mempertimbangkan dampak setiap keputusan mereka bagi kesehatan dan keberlangsungan alam.

Sebagai startup lokal pertama yang dapat melakukan analisa profil microbiome, Nusantics akan memperkenalkan produknya kepada konsumen di industri gaya hidup melalui layanan analisis kulit.

Perlu diketahui, peningkatan tren perawatan kulit membuat Indonesia menjadi pasar yang besar bagi produk dan perawatan kecantikan. Beauty Market Survey yang dirilis oleh Nielsen dan EuroMonitor menyatakan bahwa nilai pasar kecantikan di Indonesia mencapai Rp 36 triliun pada 2018 dan sekitar 31,7% dari nilai tersebut disumbangkan oleh produk perawatan kulit.

Co-founder dan CEO Nusantics Sharlini Eriza Putri mengatakan Nusantics menyediakan solusi yang dapat membantu konsumen menghindari kesalahan dalam menggunakan produk perawatan kulit.

“Microbiome berperan penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat, tetapi juga menjadi faktor utama dibalik terjadinya pandemik global. Nusantics percaya bahwa memahami genetika dari microbiome ini sangat penting sebagai kunci keberlangsungan hidup kita dan bumi," ujar Sharlini melalui keterangan resmi Jumat (20/3/2020).  

Co-founder dan COO Nusantics Vincent Kurniawan menambahkan Nusantics kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dengan menawarkan nilai tambah yang bisa dicapai bersama guna menciptakan ekosistem bisnis yang seimbang dan berkelanjutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top