Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penghimpunan Modal Ventura Diprediksi Lanjutkan Tren Positif

Dana yang dihimpun oleh perusahaan modal ventura di Indonesia tercatat mencapai US$582 juta pada 2019 lalu, melonjak 79 persen dari tahun sebelumnya. Catatan positif itu diprediksi berlanjut pada tahun ini.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  19:29 WIB
Ilustrasi - investama.co.id
Ilustrasi - investama.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Penghimpunan dana kelolaan oleh perusahaan modal ventura di Indonesia pada tahun ini diperkirakan bakal melanjutkan mengikuti tren positif yang terjadi pada 2019 lalu.

Laporan Dealstreet Asia berjudul SE Asia Venture Capital Firms yang dirilis Maret 2020 mengungkapkan modal yang dihimpun oleh perusahaan modal ventura Indonesia tercatat mencapai US$582 juta, melonjak 79 persen dari tahun sebelumnya, yakni US$325 juta.

Penghimpunan dana tersebut diraup oleh beberapa perusahaan, antara lain Alpha JWC dengan pendanaan senilai US$123 juta, $Kejora-InterVest Star Growth Fund US$100 juta, dan East Ventures US$75 juta.

Di luar laporan tersebut, East Ventures tahun lalu menghimpun total dana kelolaan US$325 juta. Dana yang dihimpun terdiri atas Fund VI senilai US$75 juta untuk seed funding, dan EV Growth fund yang dikelola bersama SMDV dan Yahoo, senilai US$250 juta yang ditujukan untuk growth funding.

SE Asia Venture Capital Firms pun memprediksi tren penghimpunan dana kelolaan tahun lalu akan berlanjut pada 2020.

Adapun, hal tersebut didorong oleh rencana ambisius beberapa pemodal ventura lokal pada 2020. Beberapa pemodal ventura tersebut antara lain, BRI Ventures dengan target raupan mencapai US$250 juta dan Telkom sekitar US$500.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan komitmen investor yang berada di belakang pemodal ventura lokal mendorong terjadinya keberlanjutan investasi.

"Tentu Indonesia akan tetap menjadi fokus mereka (investor) karena tingkat pertumbuhan industri digital masih akan terus berlanjut sampai dengan 2022-2025," ujar Edward kepada Bisnis, Kamis (19/3/2020).

Menilik tren tahun lalu, Edward menilai lonjakan terjadi karena dominasi pangsa pasar Indonesia di antara negara-negara Asia Tenggara lain.

Akselerasi jumlah perusahaan berstatus unikorn serta kemampuan perusahaan modal ventura lokal dalam mencapai sejumlah kesepakatan besar dinilai membangun kepercayaan yang lebih tinggi bagi para investor untuk menempatkan dana di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal ventura StartUp pendanaan
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top