Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menperindag Tungky Ariwibowo (kiri), Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita (kedua dari kiri), Menparpostel Joop Ave (kanan) dan Aburizal Bakrie (kedua dari kanan) tengah berjalan ke ruang "Dialog antara Pemerintah dan Kadi Indoneisa" pada Senin (4/3 - 1996). Bisnis
Premium

Historia Bisnis : Cita-cita Bakrie Kuasai Telekomunikasi Dunia

13 Maret 2020 | 15:30 WIB
Usaha itu dimulai dengan mengakuisisi sebuah perusahaan telekomunikasi di Vietnam. Lantas berlanjut ke Australia. Dan, India menjadi sasaran berikutnya. Namun, untuk mendapatkan proyek di negara terakhir, Ical sepertinya bersikap pesimistis.

Bisnis.com, JAKARTA - Ada satu cita-cita dari Keluarga Bakrie, sepertinya, yang cukup ambisius pada dekade 1990-an. Di tengah perkembangan teknologi telekomunikasi saat itu, Bakrie Grup ingin menjadi salah satu ”raja” di dunia bisnis tersebut. Caranya, dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan telekomunikasi di sejumlah negara.

Pada awal Maret 1995, Bakrie Group telah merampungkan aksi caplok Link Communications—anak perusahaan BellSouth Australia Pte. Ltd. Untuk mengakuisisi Link Communications--melalui Bakrie Communications Corporation (anak usaha Bakrie Brothers)--Bakrie harus merogoh kocek hingga US$36,6 juta.

Sebelumnya, perusahaan yang didirikan oleh Achmad Bakrie tersebut, berhasil mengambil kepemlikan sebuah perusahaan telekomunikasi di Vietnam. Bahkan, Bakrie Brothers—salah satu anak usaha Bakrie Group—telah membuka kantor cabang di Negara Indocina tersebut.

Namun, usaha untuk menjadi ”raja” itu belum cukup jika hanya memiliki perusahaan di dua negara: Australia dan Vietnam. Untuk melebarkan portofolio, pada Senin (13/3/1995), atau 25 tahun lalu sejak hari ini, Bakrie memberangkatkan sebuah tim untuk mengikuti tender internasional di India.

Tender proyek itu adalah pembangunan ratusan ribu satuan sambungan telepon (STT) di 20 negara bagian India. Presiden Komisaris Bakrie Group, Aburizal ”Ical” Bakrie mengatakan, tim itu dibentuk khusus untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta setempat, Vinolex Co. Ltd.

Usaha Bakrie ”menjamah” India ini direkam oleh Harian Bisnis Indonesia dengan sebuah artikel yang dimuat di halaman utama pada Senin itu. Judulnya, ”Bakrie ikuti tender pembangunan SST di India.”

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top