Soal Investasi Microsoft, ACCI Nilai Pemerintah Harus Adil

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang akan menindaklanjuti keinginan investasi Microsoft dengan membuat regulasi sederhana dalam sepekan ke depan membuat pemain komputasi lokal kaget.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  15:39 WIB
Soal Investasi Microsoft, ACCI Nilai Pemerintah Harus Adil
Logo Microsoft terlihat dengan latar awan di Los Angeles, Amerika Serikat pada 14 Juni 2016 - REUTERS/Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) meminta agar pemerintah berlaku adil ketika mendukung pemain komputasi awan dalam negeri, termasuk membuat regulasi untuk menciptakan level playing field yang sama.

Pernyataan ACCI tersebut terkait dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang akan menindaklanjuti keinginan investasi Microsoft dengan membuat regulasi sederhana  dalam sepekan ke depan.

Ketua Umum ACCI Alex Budiyanto menilai pernyataan tersebut cukup mengejutkan bagi pelaku komputasi awan di dalam negeri.

"Kami cukup terkejut begitu mudahnya Presiden RI mengakomodasi permintaan dari Microsoft bahkan menjanjikan kurang dari seminggu regulasi yang diminta akan selesai. Kami belum pernah melihat dukungan yang sama diberikan kepada para pemain lokal," ujar Alex kepada Bisnis.com, Kamis (27/2/2020).

Dia berharap kehadiran pemain global jangan sampai mematikan pemain lokal. "Jangan sampai, dengan hadirnya pemain global di Indonesia justru membuat 'anak sendiri' mati," katanya.

Sebelumnya diberitakan Microsoft berminat untuk menanamkan investasi di Indonesia. Menurut Presiden Joko Widodo, CEO Microsoft Satya Nadella menyampaikan keinginan Microsoft mengucurkan investasi untuk fasilitas pusat data atau data center di Indonesia.

Usai bertemu dengan Nadella, Presiden Jokowi di Jakarta, Kamis (27/2/2020), mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti keinginan investasi dari Microsoft dengan membuat regulasi sederhana. Regulasi tersebut akan diselesaikan dalam satu pekan ke depan.

Regulasi itu juga dibuat karena Rancangan Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi masih digodok pemerintah bersama parlemen.

"Mereka ingin investasi di data center. Tetapi kita masih mengajukan UU Perlindungan Data Pribadi ke DPR. Tetapi Microsoft ingin segera investasi sehingga dalam seminggu ini akan kita putuskan untuk membuat sebuah regulasi sederhana yang mendukung," kata Presiden Jokowi.

Nadella bertemu dengan Presiden Jokowi di sela acara Digital Economy Summit 2020, di Jakarta, Kamis.

Presiden Jokowi mengatakan ingin membuat iklim yang baik bagi investasi di ekonomi digital. Oleh sebab itu, pemerintah bertindak cepat untuk memuluskan investasi dari perusahaan penyedia jasa dan produk teknologi informatika itu. Selain itu, pangsa dan potensi ekonomi digital Indonesia sangat menjanjikan dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, investasi, microsoft

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top