Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMEI Berlaku 18 April, Ini Respons Operator Seluler

Peraturan terkait IMEI diharapkan tidak berdampak negatif bagi ponsel-ponsel yang sudah aktif sebelum ketentuan itu berlaku, di mana jumlahnya kurang lebih mencapai 280 juta perangkat.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  18:36 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachri mengatakan perusahaan operator seluler memiliki sejumlah perhatian utama terkait dengan pemberlakuan aturan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada 18 April 2020 nanti.

Menurutnya, aturan tersebut diharapkan tidak berdampak negatif bagi ponsel-ponsel yang sudah aktif sebelum aturan IMEI berlaku di mana jumlahnya kurang lebih mencapai 280 juta perangkat.

"Prinsip yang kami pegang adalah, kebijakan ini harus betul-betul dirasakan oleh konsumen tanpa satu hal yang memberatkan, di mana ada sekitar 280 juta ponsel yang aktif. Kebijakan ini tidak boleh berdampak bagi ponsel yang sudah aktif sebelum aturan berlaku," ujar Merza dalam Mini Talkshow & Consumer Gathering Pengaturan IMEI di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Di sisi lain perusahaan operator seluler meminta agar biaya pengadaan perangkat EIR tidak membebankan keuangan pihak operator seluler. Adapun, Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) meminta beban investasi yang serendah-rendahnya bagi pihak operator seluler.

Perlu diketahui, tahun lalu ATSI sempat mempermasalahkan harga alat pengendalian IMEI yang nilainya dikatakan mencapai US$40 juta. Namun demikian, berdasarkan informasi yang diterima oleh Kementerian Perindustrian, harga alat pengendalian IMEI tersebut beragam dan jauh di bawah US$40 juta.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Janu Suryanto mengatakan alat yang dibuat oleh Rusia memiliki harga jauh lebih rendah, yakni sekitar Rp1,5 miliar. Beberapa perusahaan seperti Mavenir dan Nokia dikatakan juga menjual alat pengendalian dengan harga lebih murah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

operator telekomunikasi imei
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top