Kredivo Targetkan Pertumbuhan Pinjaman Tunai hingga 2 Kali Lipat  

Jasa teknologi finansia (tekfin/fintehc) yang makin diminati oleh masyarakat Indonesia, membuat Kredivo menargetkan pertumbuhan penyaluran pinjaman hingga dua kali lipat
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Februari 2020  |  03:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Berkaca pada geliat bisnis pada 2019, Kredivo Indonesia makin agresif dalam memperluas akses layanan kredit digital bagi masyarakat Indonesia dengan menargetkan pertumbuhan penyaluran pinjaman tunai dua kali lipat dari tahun lalu.

Alie Tan, CEO Kredivo Indonesia mengatakan bahwa pencapaian Kredivo selama 2019 didukung oleh beberapa faktor, utamanya pengembangan inovasi dan teknologi, kredibilitas yang makin kuat, serta kondisi industri fintech yang semakin diminati di Indonesia.

“Memasuki 2020 ini, kami semakin siap dan optimis untuk mempercepat laju pertumbuhan bisnis hingga 2 kali lipat yang mana 30% diantaranya merupakan pinjaman produktif,” terangnya.

Alie juga berencana mengembangkan layanan bisnis dari pihaknya secara lebih luas mencakup dana pendidikan, kesehatan dan pinjaman syariah, tentunya dengan tetap mengutamakan user experience yang baik serta keamanan data pengguna.

Tercatat, jumlah pinjaman dalam kategori produk pinjaman tunai Kredivo selama 2019 naik 100 persen dibandingkan dengan 2018, seiring dengan jumlah pengguna aktif yang juga mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 50 persen yoy.

Adapun pada 2020, Kredivo menargetkan untuk menyalurkan Rp4 Triliun untuk layanan pinjaman tunai.

Penawaran jenis pinjaman tunai berjangka pendek menjadi yang paling diminati oleh pengguna, mengingat bunga yang terjangkau serta proses verifikasi yang mudah, cepat, dan aman. 

Lebih lanjut, profil pengguna Kredivo Indonesia pada 2019 juga masih didominasi oleh 86 persen kalangan milenial di rentang umur 18-35 tahun.

"Milenial tetap menjadi salah satu target pasar utama kami dan kedepannya kami juga akan terus aktif menggalakkan berbagai inisiatif guna mendukung terciptanya generasi milenial Indonesia yang melek keuangan," tambahnya. 

Dari sisi industri, potensi perkembangan fintech lending di Indonesia pada tahun ini juga diperkirakan masih sangat besar.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkirakan, penyaluran pinjaman oleh fintech lending akan tumbuh 50 persen secara tahunan  pada 2020.

Terlebih, Indonesia mulai menghadapi fase bonus demografi pada tahun ini, dengan populasi milenial mencapai sepertiga atau 34 persen dari total populasi, dengan basis pengguna fintech lending saat ini yang masih didominasi oleh milenial.

“Kami optimis akan perkembangan industri ini, di tengah infrastruktur telekomunikasi yang semakin memadai serta kesenjangan akses kredit di Indonesia,” ungkapnya.

Ke depan, Alie mengatakan pihaknya akan juga tetap berfokus pada peningkatan literasi keuangan.

“Hal ini selaras dengan pemerintah dan asosiasi untuk menciptakan ekosistem fintech yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech, kredivo

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top