Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Absennya Badan Pengawas Independen di RUU PDP Dipertanyakan

Kehadiran badan pengawas independen dibutuhkan untuk mengawasi pelaksanaan proses perlindungan data pribadi masyarakat ketika RUU PDP disahkan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  15:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Tidak dicantumkannya ketentuan mengenai kehadira instansi pengawas independen di dalam draf final Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) oleh pemerintah, dinilai akan menjadi titik lemah ketika ketentuan  itu diimplementasikan. 

Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Wahyudi Djafar mengatakan, peran instansi tersebut dibutuhkan sebagai badan independen yang mengawasi persoalan perlindungan data pribadi ketika RUU PDP disahkan.

Pasalnya, ujar Wahyudi, Kemenkominfo selaku lembaga negara yang terikat dengan aturan PDP juga berpotensi mengalami kegagalan dalam melakukan perlindungan data pribadi. Dengan demikian keberadaan lembaga independen selain Kemenkominfo dinilai penting kehadirannya.

"Terutama untuk memastikan adanya pengawasan terhadap kewajiban pemerintah sebagai pengendali/prosesor data," ujar Wahyudi kepada Bisnis, Rabu (12/2/2020).

Lebih lanjut, menurutnya, Elsam berencana menyampaikan usulan terkait dengan pembentukan lembaga pengawas perlindungan data pribadi independen dalam rapat pembahasan RUU PDP di DPR mendatang.

Wahyudi menambahkan, di banyak negara, lembaga tersebut dilengkapi mandat untuk melakukan investigasi, menerima dan merespons aduan, memberikan saran, dan meningkatkan kesadaran publik.

Lewat mandat tersebut pengawas perlindungan data pribadi independen berwenang untuk menjatuhkan sanksi, mengeluarkan rekomendasi panduan, dan sejumlah kewenangan khusus terkait dengan pembentukan regulasi.

Adapun, pada akhir Januari 2020 lalu, Surat Presiden (Surpres) RUU PDP sudah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo dan rencananya akan segera dibahas di DPR RI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perlindungan data pribadi kemenkominfo
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top