Luncurkan Alpha 15, MSI Incar Pasar Laptop Menengah Ke bawah

Micro-Star Int’l (MSI)  bekerja sama dengan AMD, mengincar pasar menengah ke bawah dengan mengeluarkan produk  Alpha 15. Laptop ini dipatok dengan harga Rp14 juta—Rp15,5 juta. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  12:57 WIB
Luncurkan Alpha 15, MSI Incar Pasar Laptop Menengah Ke bawah
Dua orang memegang laptop Alpha 15 A3DD di Jakarta, Selasa (10/12/2019). - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA - Micro-Star Int’l (MSI)  bekerja sama dengan AMD, mengincar pasar menengah ke bawah dengan mengeluarkan produk  Alpha 15. Laptop ini dipatok dengan harga Rp14 juta—Rp15,5 juta. 

Visual Merchandiser MSI Digga Febriawan Putra mengatakan laptop Alpha 15 merupakan salah satu strategi perusahaan dalam menjangkau pasar pencinta gim menengah ke bawah di tengah ketatnya persaingan bisnis gaming laptop di Indonesia saat ini.

Dia mengatakan perseroan berusaha memperlengkap portofolio produk yang dimiliki sehingga pelanggan memiliki banyak pilihan.  Alpha 15 merupakan gaming laptop pertama dengan teknologi 7nm, salah satu perangkat  canggih untuk penggunaan gim. 

Laptop ini memiliki fitur menarik seperti sistem pendingin yang kuat, kibor per-key RGB, Giant Speaker, audio High-Res, dan teknologi AMD FidelityFX yang membuat gambar makin tajam dan jernih tanpa mengorbankan performa gim.

“AMD dan MSI berusaha menjawab kebutuhan yaitu tidak hanya menghadirkan laptop dengan harga murah, tetapi juga spesifikasi yang bagus. Pencinta gim yang memiliki bujet rendah akan memilih produk ini,” kata Digga, Selasa (10/12/2019).

Digga juga meyakini bahwa harga murah yang MSI tawarkan pada produk terbarunya tidak akan mengganggu pasar produk MSI lainnya yang memiliki harga lebih mahal. Sebab, masing-msaing produk memiliki keunggulan.

Selain menghadirkan gaming laptop dengan harga yang makin terjangkau, kata Digga, perseroan akan mengeluarkan produk gaming laptop yang makin sederhana dan ringkas ke depannya.

Dia berpendapat bahwa perilaka masyarakat dalam bermain gim telah berubah. Masyarakat tidak lagi bermain gim di perangkat tetap seperti komputer desktop, melainkan di laptop.

Dia berharap dengan sejumlah strategi tersebut, gaming laptop keluaran terbaru ini laku terjual sebanyak-banyaknya. MSI tidak memasang target penjualan di laptop terbaru.

Selain menjual gaming laptop, tutur Digga,  untuk mendorong pertumbuhan bisnis, perseroan juga akan fokus dalam menjual leptop khusu membuat konten video atau content creation.

Dia mengatakan portofolio penjualan antara gaming laptop dengan laptop content creation saat ini seimbang.  

“Untuk saat ini sama portofolionya. Indonesia memiliki banyak YouTuber dan pembuat konten video. Antusias laptop khusus content creator ini antusiasnya sangat tinggi meskipun awalnya kami ragu,” kata Digga.

Mengenai maraknya pertumbuhan bisnis gim di gawai atau mobile yang makin diminati, Digga mengatakan bahwa  hal tersebut tidak berdampak pada penjualan gaming laptop.

Dia mengatakan bahwa gaming laptop memiliki pasar yang berbeda, sehingga masih banyak masyarakat yang tertarik dengan gaming laptop.

Gamer itu sekaran sudah mobile tidak hanya di depan komputer desktop. Jadi mereka membutuhkan laptop untuk bermain gim,” kata Digga.

Consumer Business Development Manager AMD Indonesia Armawati Cen mengatakan bahwa gaming laptop masih diminati oleh para gamers profesional.

Pertumbuhan penjualan gaming laptop pun diyakini masih dapat melesat seiring dengan perkembgan industri gim dan teknologi yang dihadirkan.

Gaming laptop masih diminati karena memiliki tampilan grafis dan kecepatan yang lebih baik,” kata Armawati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gadget, laptop

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top