Membentengi Buku Alamat dari Pengintip

Ketika Anda berselancar di jaringan web, Anda mungkin pernah memperhatikan ikon kunci di sisi kiri bilah alamat peramban. Ikon kunci ini menandakan bahwa data anda dienkripsi (diacak) ketika dikirim lewat sambungan internet, sehingga tidak dapat dibaca oleh orang lain yang mungkin menyadap koneksi Anda.
Gombang Nan Cengka
Gombang Nan Cengka - Bisnis.com 23 November 2019  |  22:53 WIB
Membentengi Buku Alamat dari Pengintip
Ilustrasi

Internet kini tidak hanya menjadi lokasi untuk mencari hiburan atau informasi, tetapi juga menjadi medium transaksi keuangan dan komunikasi penting. Tak heran, perhatian publik atas keamanan berselancar di internet makin tinggi.Internet kini tidak hanya menjadi lokasi untuk mencari hiburan atau informasi, tetapi juga menjadi medium transaksi keuangan dan komunikasi penting. Tak heran, perhatian publik atas keamanan berselancar di internet makin tinggi.

Ketika Anda berselancar di jaringan web, Anda mungkin pernah memperhatikan ikon kunci di sisi kiri bilah alamat peramban. Ikon kunci ini menandakan bahwa data anda dienkripsi (diacak) ketika dikirim lewat sambungan internet, sehingga tidak dapat dibaca oleh orang lain yang mungkin menyadap koneksi Anda.

Secara umum, enkripsi sudah menjadi standar pada aplikasi yang terhubung dengan internet dewasa ini. Tidak hanya peramban, aplikasi lain seperti surat elektronik juga umumnya menggunakan enkripsi.

Namun tidak semua aspek koneksi internet dewasa ini sudah dilindungi oleh enkripsi. Salah satunya yang cukup penting adalah koneksi DNS (domain name system). Layanan DNS digunakan oleh sistem operasi dan aplikasi untuk menerjemahkan nama seperti www.bisnis.com menjadi alamat IP (misalnya 52.220.212.49), yang diperlukan untuk mendapatkan konten yang diperlukan.

Permintaan informasi DNS ini dilakukan dalam format teks polos (plain text), sehingga orang yang menyadap koneksi akan bisa mengetahui alamat situs web apa yang sedang Anda baca.

Untuk mengatasi masalah ini, berbagai organisasi dan perusahaan teknologi mengusulkan standar baru yang dinamakan sebagai DNS-over-HTTPS (DoH). Seperti namanya, teknologi ini mendayagunakan protokol HTTPS untuk layanan penerjemahan alamat internet ini.

Protokol HTTPS biasanya digunakan oleh peramban web untuk mengamankan koneksi internetnya.

Pada saat ini salah satu organisasi terkemuka yang mendorong penggunaan DoH adalah Mozilla, yang mendukung DoH pada Firefox. CloudFlare menyediakan dukungan DoH pada peladen DNS-nya, dan merilis aplikasi yang memungkinkan penggunaan DoH pada ponsel.

Google dan Microsoft juga telah mengumumkan rencana dukungan DoH pada produk mereka. Google akan mengintegrasikannya pada Google Chrome, sedangkan Microsoft akan menyertakannya pada update Windows 10.

Belum Dukung OS

DNS umumnya tersedia di level sistem operasi (OS), seperti Windows, macOS, Android, iOS, atau Linux. Saat ini, belum ada sistem operasi yang mendukung DoH tanpa utak-atik lebih jauh. Namun, dalam praktiknya aplikasi bisa memilih untuk menggunakan layanan DNS sendiri.

Inilah yang dilakukan oleh Mozilla ketika mengimplementasikan DoH. Peramban Firefox tidak perlu mendayagunakan layanan DNS yang sudah terintegrasi ke sistem operasi, tapi bisa meminta langsung ke peladen DNS yang diinginkan.

Pengguna Firefox dapat mengaktifkan DoH dari menu Preferences ->Network Settings. Di bagian bawah, centang setelan “Enable DNS over HTTPS”. Anda juga bisa memilih peladen DNS di sini. Secara bawaan, peladen yang digunakan adalah CloudFlare, tetapi Anda bisa memilih penyedia layanan lain yang kompatibel.

Bila Anda ingin agar aplikasi lain yang terhubung ke internet juga ingin memanfaatkan fitur DoH, Anda bisa memasang aplikasi seperti Intra dan CloudFlare 1.1.1.1 di ponsel (Android dan iOS).

Sambil menunggu dukungan resmi untuk DoH dari Microsoft, pengguna Windows bisa menginstal SimpleDNSCrypt dari https://simplednscrypt.org/.

Aplikasi ini awalnya digunakan untuk menyertakan fitur DNScrypt, standar DNS lain yang bertujuan sama dengan DoH. Tetapi saat ini aplikasi tersebut juga sudah mendukung DNS over HTTPS. (k8)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top