Xendit Jaring 1.000 Klien Payment Gateway

"Saat ini kami sudah memiliki lebih dari 1000 klien. Bidangnya pun sangat beragam, tidak hanya startup dan korporasi besar, seperti Traveloka, Tiket.com, Orami, dan Style Theory tetapi kami juga membantu para UMKM untuk memudahkan proses pembayaran secara digital, termasuk resort dan industri pariwisata,"
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 21 November 2019  |  22:30 WIB
Xendit Jaring 1.000 Klien Payment Gateway
Tessa Wijaya COO Xendit

Bisnis.com, JAKARTA - Xendit, startup penyelenggara gerbang pembayaran (payment gateway), mengklaim telah menjaring seribu klien.

Tessa Wijaya COO Xendit mengatakan sejak kali pertama diluncurkan pada 2016 hingga saat ini, Xendit telah melayani berbagai macam bisnis di Indonesia yang memerlukan layanan pembayaran online.

"Saat ini kami sudah memiliki lebih dari 1000 klien. Bidangnya pun sangat beragam, tidak hanya startup dan korporasi besar, seperti Traveloka, Tiket.com, Orami, dan Style Theory tetapi kami juga membantu para UMKM untuk memudahkan proses pembayaran secara digital, termasuk resort dan industri pariwisata," ujarnya, saat soft launching XenSpace, Kamis (21/11/2019).

Adapun untuk pertumbuhan transaksi, menurutnya bisa lebih dari 10 persen per bulan, didukung oleh ekonomi digital. Apalagi perusahaan juga banyak merangkul perusahaan umkm sehingga dengan semakin banyaknya klien akan semakin besar pula pertumbuhan transaksi.

"Kalau untuk transaksi itu tergantung dari klien, saat ini jumlahnya sudah jutaan. Target kami lebih pada menambah jumlah klien, mudah-mudahan tahun depan bisa dua kali lipat dari saat ini, " harapnya.

Xendit pertama kali dibentuk oleh co-founders Moses Lo (CEO), Tessa Wijaya (COO), Bo Chen (CTO) dan Juan Gonzalez (CINO) di tahun 2015 dan mulai beroperasi sebagai gerbang pembayaran (payment gateway) di tahun 2016. Perusahaan ini menyediakan produk-produk unggulan dalam bidang teknologi keuangan (financial technology).

Sebagai startup Indonesia pertama yang berhasil lulus dari inkubator bergengsi YCombinator di Silicon Valley, Xendit terus berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk mencapai visi dan misinya.

“Kami melihat banyaknya kesempatan untuk membawa kemajuan dalam infrastruktur pembayaran digital. Kami telah melihat bagaimana majunya teknologi di negara lain, dan kami juga ingin membangun infrastruktur tersebut di Indonesia,” ujarnya.

Teknologi yang dikembangkan oleh Xendit menyederhanakan proses integrasi ke berbagai fitur sistem pembayaran yang dapat digunakan secara mudah oleh berbagai macam jenis usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, fintech

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top