Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Chief Executive SoftBank Group Corp Masayoshi Son menjawab pertanyaan wartawan dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Senin (5/11/2018). - Reuters/Kim Kyung/Hoon
Premium

Pudarnya Pesona Masayoshi Son

07 November 2019 | 15:43 WIB
Kisruh WeWork dan kerugian Uber membuat publik menyangsikan konsistensi insting bisnis Masayoshi Son.

Bisnis.com, JAKARTA — Tak seperti biasanya, kehadiran Masayoshi Son tak disambut dengan antusias. Dalam presentasi di Future Investment Initiative di Arab Saudi pada akhir bulan lalu, jumlah hadirin yang datang tak mampu memenuhi ruangan.

Padahal, biasanya kehadiran Son sangat dinantikan untuk menyampaikan rencana-rencana SoftBank Group Corp. dan Vision Fund.

Dalam Future Investment Initiative (FII), yang sering disebut-sebut sebagai "Davos in the Desert" lantaran menjadi ajang pamer investasi dan forum ekonomi dunia, Son juga ternyata tak banyak bicara dan lebih fokus pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta wirausaha.

Hal ini menunjukkan bagaimana pesona Son, pengusaha asal Jepang keturunan Korea yang juga pendiri SoftBank, tampaknya mulai memudar. Dengan kontroversi yang menyelimuti Vision Fund—modal ventura yang digunakan untuk membiayai unicorn maupun decacorn yang dibidani oleh SoftBank—publik mulai menyangsikan insting bisnis Son.

Kontroversi ini terkait kerugian atas investasi yang dibenamkan di sejumlah perusahaan. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dua negara pendukung utama Vision Fund, juga mempertimbangkan kembali rencana menanamkan modal di Vision Fund 2.

Logo WeWork dipajang di luar salah satu kantor co-working space itu di San Francisco, California, AS, Senin (30/9/2019)./Reuters-Kate Munsch

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top