Bisnis Jam Pintar: Garmin Andalkan Kualitas dan Pengalaman

Garmin Indonesia tetap optimistis dapat menguasai pasar jam pintar di tengah gempuran kompetitor yang mengeluarkan produk dengan harga murah. Melalui ekosistem yang telah terbangun dan kematangan produk, Garmin optimistis dapat menjuarai pasar jam pintar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  11:59 WIB
Bisnis Jam Pintar: Garmin Andalkan Kualitas dan Pengalaman
Ilustrasi produk Garmin. - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA -  Garmin Indonesia tetap optimistis dapat menguasai pasar jam pintar di tengah gempuran kompetitor yang mengeluarkan produk dengan harga murah. Melalui ekosistem yang telah terbangun dan kematangan produk, Garmin optimistis dapat menjuarai pasar jam pintar.

Garmin Indonesia baru saja memperkenalkan tiga seri jam pintar baru yaitu, Venu, jam pintar pertama Garmin yang menggunakan layar AMOLED, seri hybrid vivomove, dan juga vivoactive 4 dengan fitur pemantauan kesehatan 24 jam.

Veny dan vivoactive memiliki 40 latihan animatif, yang tertanam di jam, seperti yoga, pilates, cardio dan lain sebagainya, dengan panduan yang mudah diikuti. Kedua jam tersebut juga memiliki fitur yang mendukung latihan lari hingga sejauh 5K. 

Adapun untuk seri hybridn vivomove menawarkan tampilan seperti arloji lengkap dengan jarum jam. Uniknya, ketika jam ini digerakan wajah jam atau face dial akan berubah secara otomatis dan dinamis. 

Setiap seri jam tangan pintar baru Garmin memiliki harga yang berbeda-beda. Seri Venu dibandrol dengan harga Rp6 juta. Seri vivomove Luxe dibandrol dengan harga Rp7,3 juta - Rp8 juta. Seri vivomove Style dengan harga kisaran Rp4,4 juta - Rp5 juta. Seri vivomove 3 seharga Rp3,7 juta. Terakhir, vivomove 4 dengan harga Rp5,5 juta.

Manager Marketing Garmin Indonesia, Rian Krisna mengatakan peluncuran jam tangan tersebut bertujuan untuk mengambil pelanggan baru yang fokus pada gaya hidup sehat dan penampilan.

Tidak hanya itu, produk baru  juga bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat yang baru memulai menyukai olahraga.

“Kami ingin memperluas segment pasar. Kami ingin merangkul segmen baru. Kami ingin para pengguna bisa memantau kesehatan mereka, tetap aktif dan tampil sehat,” kata Rian di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Dia mengatakan Garmin juga berusaha mengubah persepsi  melalui produk  baru yang dikeluarkan. Selama ini Garmin dikenal sebagai jam untuk orang yang eksper dalam berolahraga. Garmin Indonesia ingin mengubah persepsi tersebut.

Adapun mengenai persaingan jam pintar yang ramai mengincar pasar pemenuhan gaya hidup, Rian mengatakan bahwa produk baru mereka berbeda dibandingkan dengan produk lain. Garmin mengklaim bahwa mereka paling matang dalam sektor jam tangan karena merupakan jam tangan yang pertama kali memasukan unsur GPS, aplikasi dan lain-lain, dalam sebuah jam tangan.

“Kami untuk segment ini boleh dibandingkan dengan yang lain apalagi untuk segmen olahraga, kami sudah di bisnis sudah 30 tahun,” kata Rian.

Di samping itu, sambungnya, produk hybrid yang ditawarkan masih jarang di Indonesia. Dengan produk tersebut, dia optimistis penetrasi penjualan jam pintar akan mulus ditengah tekanan kompetitor yang menjual jam pintar dengan harga murah.

Dia mengatakan dalam mendorong penetrasi perseroan juga aktif melakukan pendekatan kepada  komunitas-komunitas yang rutin dilakukan secara regular. Ada juga promo menarik dengan penawaran cashback hingga Rp30.000- Rp50.000.

 “Kami fokus pada kualitas dan akurasi. Kami optimistis terhadap pasar. Kami melakukan banyak kampanye, kami juga ada after sale yang sangat kami unggulkan bekerja sam dengan Erajaya,” kata Rian.      

Sebelumnya, Huawei Consumer Business Group (CBG) Indonesia meluncurkan jam pintar Huawei Watch GT 2. 

Huawei CBG mengandalkan teknologi tinggi dan harga kompetitif untuk mendorong penetrasi produk barunya di pasar Indonesia. Huawei juga mengincar milenial, pasar yang sama dengan Samsung.

Trainning Director Huawei CBG Indonesia, Edy Supartono mengatakan Huawei Watch GT 2 merupakan pengembangan dari model sebelumnya, yang mendapat respons positif di pasar global.

Dia mengklaim model sebelumnya berhasil terjual hingga 3 juta unit dalam 10 bulan. Penjualan positif tersebut menjadi modal Huawei dalam mengeluarkan produk baru yang bernama Huawei Watch GT 2. Dia mengatakan dalam produk terbarunya Huawei mengandalkan kualitas baterai yang tahan lama dengan pemakaian aktif hingga 14  hari, berkat Chipset Kirin A1. 

Chipset ini juga mengintegrasikan unit pemrosesan Bluetooth, pemrosesan audio, prosesor aplikasi dengan konsumsi daya yang rendah dan unit manajemen daya yang terpisah. 

 “Huawei Watch GT telah mencapai lebih dari 3 juta global shipment dalam 10 bulan,” kata Edy. 

Deputy Country Director Huawei CBG Indonesia, Lo Khing Seng mengatakan dalam mengeluarkan produk Huawei selalu memberikan spesifikasi hebat dengan harga murah. 

 

Dia meyakini dengan harga terjangkau yang ditawarkan penetrasi jam pintar Huawei di pasar Indonesia akan makin cepat.  Adapun untuk produk ini, kata Khing Seng, akan menyasar generasi milenial pasar menengah yang gemar berolahraga dan menyukai nila lebih dari sebuah jam tangan. 

Khing Seng enggan bermain di pasar kelas atas karena konsumen di kelas tersebut lebih melihat merek dalam membeli jam.

“Ini [target pasar] untuk yang [kelas] menengah, karena yang kelas atas lebih cenderung mencari pride, mereka mencari yang bermerek,” kata Khing Seng. 

Samsung Electronics Indonesia juga baru mengeluakan jam pintar untuk memenuhi gaya hidup milenial yang memerhatikan penampilan dan peduli dengan kesehatan.

Denny Galant, Head of Product Marketing, IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia, mengatakan secara global, pasar jam pintar terus menunjukkan tren yang positif. 

Dia mengatakan berdasarkan data yang dihimpun dari Energias Market Research 2019, selama periode 2019 -2023 pertumbuhan bisnis jam pintar secara global meningkat 22,1%, didorong tingkat kesadaran masyarakat yang mulai peduli dengan kesehatan.

Samsung Electronics Indonesia mengeluarkan produk jam pintar Galaxy Watch Active2 yang menyasar segment milenial. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2017 tercatat jumlah masyarakat berusia 20 – 34 tahun atau generasi milenial di Indonesia mencapai 90 juta jiwa.

Untuk menyasar pangsa pasar tersebut, Galaxy Watch Active2 besutan Samsung, memiliki sejumlah kelebihan seperti fitur pendukung latihan harian, waktu tidur berkualitas, pengelolaan stres, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan secara efisien. 

Galaxy Watch Active2 juga dilengkapi dengan fitur yang konektivitas yang memungkinkan pengguna untuk mengangkat telepon, melihat pemberitahuan, menerjemahkan bahasa asing hingga swafoto dari jarak jauh.

Dari sisi baterai, Galaxy Watch Active2 mampu bertahan selama 2 hari dengan penggunaan aktif. Jam pintar ini juga anti-air hingga kedalaman 5 meter. Perangkat tersebut dapat digunakan di semua merek gawai, tidak hanya merek Samsung.

“Produk baru ini untuk mendukung gaya hidup anak muda yang stylish, aktif, dan selalu terhubung dengan yang lain,” kata Denny.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garmin

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top