Pembangunan Backhaul oleh Bakti Kurangi Beban Operator

Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk. Djoko Tata Ibrahim mengatakan pembangunan backhaul dapat mengurangi beban investasi yang digelontorkan operator untuk menggelar jaringan di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T).
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  12:16 WIB
Pembangunan Backhaul oleh Bakti Kurangi Beban Operator
Pekerja mengawasi proses bongkar muat kabel serat optik proyek Palapa Ring Paket Timur di Depo PT. Communication Cable Systems Indonesia (CCSI), Cilegon, Banten, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk. Djoko Tata Ibrahim mengatakan pembangunan backhaul dapat mengurangi beban investasi yang digelontorkan operator untuk menggelar jaringan di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T).

Dengan hadirnya backhaul, salah satu kendala operator seluler dalam menyewa proyek Palapa Ring dapat teratasi. 

Selama ini operator seluler perlu menarik backhaul untuk menghubungkan jaringan akses dengan titik akhir Palapa Ring. Penarikan ini membutuhkan biaya tambahan. 

“Kalau menara dan Base Tranceiver Station (BTS) kan sudah banyak yang mengelola tinggal kami hubungi dan pasang, kalau BTS ini [perlu] dihubungi dengan backhaul,” kata Djoko kepada Bisnis.com.

Adapun mengenai skema pembangunan backhaul, sambungnya, Djoko menyerahkan kepada pemerintah mengingat program Palapa Ring menggunakan dana universal service obligation (USO) yang dikelola oleh pemerintah. 

Senada, Wakil Direktur Utama PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan bahwa pembangunan backhaul menjadi wewenang Bakti, selaku pemilik program. 

Bakti pun, sambungnya, tidak perlu berdiskusi dengan operator dalam penggelaran, sebab operator akan mengikuti jaringan backhaul yang digelar oleh Bakti.

“Pintar-pintar Bakti saja mengembangkannya seperti apa, yang masuk perhitungannya operator,” kata Danny. 

Head Corporate Communication PT Indosat Tbk. Turina Farouk mengatakan Indosat akan menggunakan Palapa Ring untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terhubung oleh serat optik. 

Indosat menyambut positif peresmian Palapa Ring hari ini, termasuk mengenai rencana Bakti dalam pembangunan backhaul

Sementara itu, Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan untuk memikat operator agar bersedia menyewa Palapa Ring, sebaiknya Bakti juga mempertimbangkan mengenai skema penurunan harga sewa. 

Harga sewa yang tinggi menjadi salah satu alasan operator enggan menyewa sistem komunikasi kabel laut yang telah rampung tersebut. 

“Terkait harga, seharusnya ada terobosan dengan memberikan harga yang sangat terjangkau demi melayani masyarakat dan meningkatkan ekonomi,” kata Ayu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palapa ring

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top