Pengembangan Jaringan 5G Terbentur Regulasi Frekuensi

Kekosongan regulasi frekuensi masih menjadi hambatan pengembangan teknologi 5G di Indonesia.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  04:00 WIB
Pengembangan Jaringan 5G Terbentur Regulasi Frekuensi
Seorang wanita mengoperasikan ponselnya di dekat logo teknologi 5G. - REUTERS/Sergio Perez

Bisnis.com, JAKARTA - Kekosongan regulasi frekuensi masih menjadi hambatan pengembangan teknologi 5G di Indonesia.

Mohamad Rosidi, Director ICT Strategy Huawei Indonesia, mengatakan dari sisi infrastruktur, teknologi 5G sudah cukup matang. Sebab, Indonesia dapat menuru implementasi 5G di beberapa negara, yang telah lebih dahulu menggunakan 5G.

Dia meyakini saat regulasi telah keluar, teknologi 5G dapat segera diimplementasikan, terutama di kota -kota besar.

Adapun mengenai pasar dan sektor yang akan disasar terlebih dahulu oleh teknologi ini, menurut Rosidi, semua bergantung pada kebutuhan.

“Tergantung kebutuhan fundamental. Saat kita bicara soal kebutuhan manusia, maka kita harus cari tahu kebutuhannya apa,” kata Rosidi di Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Dalam acara 5G Open Mindset yang diselenggarakan oleh Huawei Indonesia, diperlihatkan sejumlah contoh kasus yang mungkin dapat diterapkan teknologi 5G di Indonesia. Salah satunya sektor pertanian.

Sebagai negara agraris, Huawei melihat teknologi 5G dapat mendukung sektor tersebut.

Technical Trainer of Huawei SP, Muhammad Johan Arshad mengatakan dengan karakteristik 5G yang dapat menggerakan 1 juta perangkat IoT secara bersama dengan cakupan 1 Km, 5G cocok digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

Beberapa lahan pertanian di Indonesia dapat menggunakan solusi IoT yang terhubung dengan 5G. Dengan solusi tersebut aktivitas penyemprotan pestisida, pemantauan kelembapan tanah dan kondisi pertanian, dapat dilakukan secara automasi. Sehingga tidak perlu menggunakan jasa manusia.

“5G akan menggerakan pesawat nirawak atau Drone, yang akan melakukan ketiga hal tadi,” kata Johan.

Selain untuk pertanian, lanjutnya, solusi lain yang mungkin dapat diterapkan di Indonesia yaitu kota pintar, pemantauan bak sampah, dan meteran listrik pintar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi 5G

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top