Startup Surabaya Bikin Aplikasi Meditasi Online

Seorang startup asal Surabaya membuat fitur meditasi online pada aplikasi Riliv Hening yang diyakini dapat membantu mengatasi masalah psikologi dan memperkenalkan segala informasi kesehatan mental.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  20:52 WIB
Startup Surabaya Bikin Aplikasi Meditasi Online
Ilustrasi meditasi - Reuters/Lucy Nicholson

Bisnis.com, SURABAYA – Seorang startup asal Surabaya membuat fitur meditasi online pada aplikasi Riliv Hening yang diyakini dapat membantu mengatasi masalah psikologi dan memperkenalkan segala informasi kesehatan mental.

CEO sekaligus Co-Founder Riliv, Audrey Maximillian Herli, mengatakan jumlah psikolog di Indonesia masih minim, sementara masih banyak kasus bunuh diri akibat psikologi dan kesehatan mentalnya terganggu.

"Untuk itulah kami membuat aplikasi ini agat bisa diakses oleh masyarakat dengan mudah, dan penggunanya bisa melakukan meditasi secara online kapan saja dan di mana saja," jelasnya dalam rilis, Kamis (10/10/2019).

Dia menjelaskan aplikasi ini telah dilengkapi fitur-fitur yang mudah, salah satunya panduan meditasi berupa audio berbahasa Indonesia.

“Kami tidak ingin orang menggunakan Riliv hanya ketika membutuhkan bantuan konseling. Kami ingin Riliv juga untuk mencegah serta menjaga kondisi kesehatan mental yang sudah baik,” tambahnya.

Maxi menambahkan konten dari meditasi online ini telah dikurasi oleh Hendrick, pakar meditasi sekaligus Co-Founder Mindful Project yang telah berhasil mengatasi depresi melalui meditasi selama 3 tahun.

"Diharapkan aplikasi meditasi online ini dapat menenangkan diri penggunannya dan terhindar dari kecemasan berlebihan, hingga depresi, termasuk mengurangi stress, mengontrol emosi, mengatasi kecanduan zat adiktif maupun game dan media sosial," jelasnya.

Adapun Riliv adalah salah satu startup Surabaya yang fokus pada aplikasi konseling online. Aplikasi Riliv sudah terkoneksi dengan ratusan psikolog profesional yang telah memiliki surat izin praktik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, psikologi, StartUp

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top