Multipolar Technology Pacu Otomatisasi Data Center

Infrastruktur teknologi informasi (TI) dalam data center merupakan pondasi utama untuk menunjang aktivitas bisnis.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 September 2019  |  17:06 WIB
Multipolar Technology Pacu Otomatisasi Data Center
Dari kiri ke kanan, Country Manager Nutanix Indonesia Andreas Kagawa, Director Solution & Infrastructure Business Multipolar Technology Jip Ivan Sutanto, Operational Director Bank BPD Bali IBG Setia Yasa, Country Lead Lenovo DCG Indonesia Dick Bahar saat menghadiri seminar bertema Start Your Automation Journey Now!yang diadakan PT Multipolar Technology Tbk di Hotel Mulia Jakarta, 24 September 2019.

Bisnis.com, JAKARTA -Infrastruktur teknologi informasi (TI) dalam data center merupakan pondasi utama untuk menunjang aktivitas bisnis.

Namun masih banyak perusahaan dengan infrastruktur data center yang silo, dimana fungsi server, storage, network dan virtualisasi berjalan sendiri-sendiri atau tidak terintegrasi sehingga menyulitkan pengelolaan dan tidak efisien.

PT Multipolar Technology Tbk menyebutkan untuk mengatasi hal itu bisa dilakukan dengan memodernisasi data center dengan teknologi Hyperconverged Infrastructure (HCI) siap pakai dari Nutanix, yang mengintegrasikan beberapa layanan data center seperti server, storage, network dan virtualisasi dengan proses implementasi hanya dalam hitungan menit. 

Isu ini diangkat melalui seminar bertema “Start Your Automation Journey Now!”yang diadakan di Jakarta, 24 September 2019.

“Pemanfaatan HCI Nutanix ini mempercepat proses deployment, memudahkan operasional dan mengurangi kompleksitas karena pengelolaannya cukup dipantau melalui satu dashboard, sehingga BPD Bali bisa lebih berfokus untuk meningkatkan layanannya,” jelas Jip Ivan Sutanto, Director Solution and Infrastructure Business Multipolar Technology dalam siaran persnya.

Dengan menggunakan teknologi hyperconverged, katanya, perusahaan dapat mengurangi dampak yang tidak menguntungkan dari pengelolaan data center yang silo, sehingga perusahaan dapat makin bersaing di era digital transformasi saat ini.

Kendala dari penerapan infrastruktur yang silo ini juga dialami oleh Bank BPD Bali, yang memiliki beberapa server bare metal standalone dan virtualisasi tradisional untuk mengakomodasiir aplikasi kritikal. Karena pengelolaan yang tidak terpusat, operasional data center di Bank BPD Bali menjadi tidak efisien.

Dalam kesempatan ini, Bank BPD Bali berbagi pengalamannya memodernisasi data center dengan teknologi Hyperconverged Infrastructure (HCI) siap pakai dari Nutanix.

“Bank BPD Bali memilih solusi HCI dari Nutanix karena memberikan fleksibilitas dalam pilihan perangkat keras untuk data center-nya dan menyederhanakan pengelolaan infrastruktur TI, khususnya untuk aplikasi yang kritikal,” kata IBG Setia Yasa, Operational Director Bank BPD Bali.

Untuk mendukung HCI Nutanix, Bank BPD Bali memilih perangkat keras Lenovo ThinkAgile HX Series. Dengan kombinasi HCI Nutanix dan Lenovo ini, Bank BPD Bali mendapatkan manfaat dari infrastruktur TI yang lebih sederhana, yang juga berdampak pada penghematan biaya pembelian komponen pendukung server secara terpisah seperti RAM, disk, dan license.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multipolar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top