Speed Dating Jadi Ajang Startup Cari Pendanaan

Sebanyak 85 perusahaan rintisan dalam dan luar negeri unjuk kebolehannya mempresentasikan bisnis mereka demi peluang mendapatkan pendanaan dari 29 investor dan perusahaan modal ventura dalam kegiatan Speed Dating yang diselenggarakan oleh CoHive dan GK Plug and Play, Kamis (19/9/2019).
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 19 September 2019  |  17:51 WIB
Speed Dating Jadi Ajang Startup Cari Pendanaan
Startup - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 85 perusahaan rintisan dalam dan luar negeri unjuk kebolehannya mempresentasikan bisnis mereka demi peluang mendapatkan pendanaan dari 29 investor dan perusahaan modal ventura dalam kegiatan Speed Dating yang diselenggarakan oleh CoHive dan GK Plug and Play, Kamis (19/9/2019).

 Dalam kegiatan Speed Dating, masing-masing peserta yang merupakan pelaku perusahaan rintisan memiliki waktu 15 menit untuk meyakinkan satu investor mengenai ide bisnisnya. Setelah itu, mereka beralih ke investor berikutnya untuk melakukan hal serupa.

 Direktur Akselerasi GK Plug and Play  (GK PnP) Indonesia Aaron Nio menyatakan, pihaknya ingin menjembatani dan menyediakan solusi yang baik bagi perusahaan rintisan maupun investor atau korporasi. Kegiatan Speed Dating menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan selain dengan menyelenggarakan program akselerasi seperti yang biasa perusahannya lakukan setiap tahun.

 “Kami ingin memberikan win-win solutions bagi startup dan investor.  Harapannya hal ini dapat membantu perusahaan rintisan menemukan investor dan pendanaan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan skala bisnisnya,” ujarnya, Kamis (19/9/2019).

 Dia berharap, kegiatan speed dating ini dapat menjawab masalah utama yang dialami perusahaan rintisan yaitu sulitnya mendapatkan akses pendanaan dan mentoring.

Melalui acara ini, diharapkan para pelaku perusahaan rintisan dapat berjejaring dengan calon mentor ataupun investor potensial, sehingga dalam jangka panjang dapat membuat ekosistem perusahaan rintisan lebih berkembang dan  mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Dia menambahkan, dalam penyelenggaraan kali ini pihaknya berkolaborasi dengan CoHive sebagai penyedia ruang kerja bersama yang memiliki komunitas perusahaan rintisan terbanyak. Dengan demikian, dia menilai upaya menjangkau komunitas perusahaan rintisan pun dapat berjalan lebih efektif.

 “Kami dapat melihat efektifnya kolaborasi ini dari peningkatan jumlah peserta pada acara kedua ini. Kami berharap dengan kolaborasi bersama Co-Hive ini dapat memberikan dampak yang lebih besar untuk perusahaan rintisan,” jelasnya.

 Sejak berdiri pada Februari 2016, dia menyebut GK PnP telah mengakselerasi lebih dari 50 perusahaan rintisan di berbagai vertikal, dan mempertemukan mereka dengan berbagai korporasi besar untuk peluang kolaborasi.

 Co-Founder dan CEO CoHive Jason Lee menyatakan, kegiatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem perusahaan rintisan di Tanah Air. Sebagai perusahaan yang memiliki sekitar 9.000 anggota dari 9.000 perusahaan, pihaknya tak hanya ingin menyediakan fasilitas kantor, tetapi juga mengadakan acara yang mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan.

 “Jumlah peserta yang hadir kali ini bertambah dua kali lipat dibandingkan speed dating yang diselenggarakan Maret lalu. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme pelaku startup dan juga minat dunia investasi,” ujarnya.

 Dalam kegiatan ini, ujarnya, panitia melakukan kurasi terlebih dahulu kepada setiap perusahaan rintisan berdasarkan aspek kebutuhan pendanaan, model bisnis, hingga teknologi atau produk yang ditawarkan.

Proses ini dilakukan guna meningkatkan efektivitas dari speed dating dan memastikan kesesuaian profil antara perusahaan rintisan dan investor yang ikut serta dalam acara ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, investasi startup

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top