InfraDigital Nusantara Ekspansi ke Medan

PT Infra Digital Nusantara (IDN), perusahaan rintisan yang menawarkan solusi sistem pembayaran digital bagi institusi pendidikan, melakukan ekspansi pertamanya di luar Pulau Jawa dengan membuka kantor perwakilan di Medan.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  17:20 WIB
InfraDigital Nusantara Ekspansi ke Medan
Founder dan CEO InfraDigital Nusantara Ian Mckenna dan COO InfraDigital Nusantara Indah Maryani di sela-sela IDN Awards 2019, di Depok, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019). - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA — PT Infra Digital Nusantara (IDN), perusahaan rintisan yang menawarkan solusi sistem pembayaran digital bagi institusi pendidikan, melakukan ekspansi pertamanya di luar Pulau Jawa dengan membuka kantor perwakilan di Medan.

 CEO InfraDigital Nusantara Iam McKenna menyatakan, pembukaan kantor cabang itu dilakukan untuk merespos permintaan dari institusi pendidikan di Medan. Dengan adanya kantor perwakilan di Medan, pihaknya tidak perlu  lagi berkomunikasi dari jarak jauh atau mengirim orang untuk melakukan pelatihan penggunaan platformnya.

  Sebelumnya, pada Juni lalu, perusahaan juga telah membuka kantor perwakilan dan membentuk tim di kota-kota besar  Pulau Jawa seperti Bandung, Tangerang, Solo, Yogyakarta, dan Malang.

 “Sebenarnya tahun ini kita menargetkan ekspansi ke seluruh Pulau Jawa, namun karena ada banyak permintaan dari institusi pendidikan di Medan, Sumatera Utara, kita memutuskan untuk membuat tim perwakilan Kota Medan dan sekitarnya,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers,  Rabu (28/8/2019)

 Dia menyatakan telah mendapatkan antusiasme yang positif dari sejumlah sekolah, di antaranya SMK Multi Karya Medan, yang berada di bawah naungan Yayasan Multi Gemilang Prestasi langsung bergabung ke dalam jaringan IDN.

 Pihak sekolah tersebut telah menggunakan layanan pembayaran tagihan melalui transfer manual ke akun bank sekolah selama dua tahun terakhir. Namun, cara tersebut dinilai kurang efisien karena sering terjadi kendala saat orang tua siswa ingin melakukan pembayaran, di antaranya seperti antrian yang panjang dan akses ke bank yang cukup jauh.

 Hal ini berbeda dengan solusi yang ditawarkan IDN, yang memiliki kanal pembayaran yang banyak dan fleksibel seperti Indomaret, Alfamart, aplikasi pembayaran dan penggunaan VA Bank sehingga orang tua bisa melakukan pembayaran melalui ponsel pintar atau gerai waralaba terdekat.   

Orang tua siswa juga tidak perlu lagi mengantri di bank atau berpergian jauh ke cabang bank di kotanya, bahkan orang tua pun bisa mendapatkan promo-promo yang ditawarkan oleh Jaringan IDN.

 Sementara bagi sekolah, adanya dasbor pengelolaan keuangan dan siswa sangat membantu dalam hal rekapitulasi pembayaran, pelaporan, dan analisis kebiasaan pembayaran siswa maupun orang tua. Berbagai promo dan fasilitas pembayaran yang mudah juga diharapkan dapat mengurangi jumlah tunggakan pembayaran siswa.

 Jaringan IDN mengawali perjalanan pada bulan Maret 2018, kini telah bekerjasama dengan lebih dari 180 Lembaga Pendidikan di Indonesia.

 Berdasarkan data yang dihimpun IDN, saat ini hanya sekitar 20% institusi pendidikan, khususnya Universitas dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) yang telah mengdopsi sistem pembayaran otomatis menggunakan virtual account melalui bank. Sementara 80% sisanya masih menggunakan sistem pembayaran tunai/langsung dan pencatatan siswa dan keuangan secara manual, baik menggunakan komputer atau buku tulis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan, StartUp

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top