Raih Rp27,7 Miliar dari East Ventures, Startup Malaysia AllSome Fullfillment Ekspansi ke Indonesia

AllSome Fulfillment, perusahaan rintisan di bidang pengemasan dan pengiriman barang asal Malaysia, hari ini mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) senilai US$1,94 juta (sekitar Rp27,7 miliar) yang dipimpin oleh East Ventures.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  19:57 WIB
Bisnis.com, JAKARTA— AllSome Fulfillment, perusahaan rintisan di bidang pengemasan dan pengiriman barang asal Malaysia,  mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) senilai US$1,94 juta (sekitar Rp27,7 miliar) yang dipimpin oleh East Ventures.
 
 Investasi ini akan mempercepat misi AllSome Fulfillment untuk memenuhi kebutuhan akan layanan fulfillment e-commerce lintas negara yang efektif, dan mengembangkan jaringan mereka ke negara-negara lain di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
 
Co-Founder dan CTO dari AllSome Fulfillment, Ng Yi Ying mengatakan, sebagai mantan pedagang online, dia mengerti bahwa layanan fulfillment selalu mahal. Oleh karena itu,  dia mendirikan perusahaan rintisan di bidang fullfillment untuk mengatasi masalah tersebut.
 
“AllSome Fulfillment pada dasarnya dibuat untuk membuat layanan tersebut menjadi terjangkau oleh semua pedagang yang akan menggunakan layanan fulfillment di mana pun mereka membutuhkan. AllSome Fulfillment telah berusaha keras membangun jaringan fulfillment yang luas untuk melayani para pedagang online yang ingin mengirimkan produk mereka,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers,  Kamis (8/8).
 
Dia menjelaskan,  perusahaan ini ingin mengurangi biaya fulfillment dan logistik lintas negara sekurang-kurangnya 40% untuk membantu para pedagang online dalam mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Saat ini, AllSome Fulfillment telah membangun jaringan yang terdiri atas 250 gudang virtual di Cina dan Malaysia, serta melayani 50 klien di Asia Tenggara. Setiap harinya, mereka bisa memproses pengiriman 120 ribu paket.
 
CEO AllSome Fullfillment Liu Yi Shu menambahkan, bagi negara di Asia Tenggara, pembelian barang di luar negeri bukanlah hal asing. Menurut Consumer Barometer, dua dari tiga produk yang dibeli secara online oleh warga Singapura berasal dari luar negeri, diikuti oleh Thailand di mana 49% konsumen mereka pernah melakukan pembelian dari luar negeri. Di Indonesia, 43% barang impor yang masuk ke tanah air berasal dari Cina.
 
Transaksi jual beli online (e-commerce) lintas negara telah mendapat momentum di Asia Tenggara. Dalam sebuah laporan dari Accenture, pasar e-commerce B2C (Business to Consumer) lintas negara di Asia Pasifik bisa mencapai US$476 juta (sekitar Rp6,7 triliun) pada tahun 2020, mencakup 31% dari keseluruhan pasar e-commerce B2C di wilayah ini.
 
“Pasar e-commerce Asia Tenggara sama menjanjikan dengan Cina, tumbuh dengan cepat dan menarik. Namun, di saat yang sama, juga sangat menantang. Negara-negara di wilayah ini terpisah-pisah secara geografis, budaya, dan preferensi barang. Karena itu, pasar ini membutuhkan solusi logistik rasa lokal yang efektif, agar bisa memenuhi kebutuhan akan pergerakan barang yang cepat sembari menawarkan fleksibilitas untuk mendukung seluruh jenis pengiriman barang. AllSome Fulfillment percaya bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan langkah serius di sektor logistik lintas negara," ujarnya.  
 
Dengan dana segar ini, ungkapnya,  perusahaan berencana untuk ke Indonesia, negara terluas di Asia Tenggara dengan potensi e-commerce yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena populasinya yang banyak dan ekonominya yang stabil. Google dan Temasek memperkirakan bahwa pasar e-commerce di Indonesia bisa mencapai US$53 miliar (sekitar Rp753 triliun) pada tahun 2025.
 
Melisa Irene, Partner dari East Ventures menilai tim AllSome Fulfillment membangun pedoman yang tepat untuk mempercepat dan mengoptimasi jalur pengiriman barang di pasar retail online Asia Tenggara. 
 
“Dengan memungkinkan para pedagang online di Asia Tenggara untuk bisa mengakses ketersediaan produk dan keahlian logistik dari Cina, dan dengan membangun kemampuan fulfillment lokal yang terdesentralisasi, hal ini akan membuka potensi yang sebenarnya dari transaksi perdagangan di wilayah ini,” ujarnya.  
 
Sebagai gambaran, AllSome Fulfillment didirikan pada tahun 2018 oleh Ng Yi Ying yang berasal dari Malaysia dan Liu Yi Shu, seorang warga negara Cina. Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 2012, ketika Ying yang merupakan mantan konsultan SAP di Malaysia, tengah mengenyam pendidikan Master di Tsinghua University, Cina. Shu, yang pada saat itu merupakan pemilik dari lokasi yang ditempati Ying, bekerja di Amazon Cina. Mereka sama-sama melihat potensi besar dari transaksi jual beli lintas negara, dan memulai bisnis pertama mereka sebagai pedagang online yang membawa beragam pilihan produk dari Cina ke Malaysia, SIngapura, dan Thailand.
 
Seiring dengan pertumbuhan bisnis mereka, kedua founder tersebut menghadapi hambatan besar yang ada di sistem logistik lintas negara. Ying menjelaskan bagaimana mahalnya biaya logistik lintas negara, yang bisa mencapai 45% dari harga asli produk. Selain itu, proses pengiriman barang pun penuh dengan masalah. 30% dari barang yang dipesan pelanggan terkirim ke alamat yang salah, mempunyai ukuran yang salah, atau mempunyai cacat. Masalah-masalah ini bahkan masih terjadi hingga saat ini.
Seluruh masalah tersebut kemudian menginspirasi mereka berdua untuk mendirikan AllSome Fulfillment bagi para pedagang online. AllSome Fulfillment dibuat sebagai perantara antara pedagang dan pembeli yang masing-masing menjual dan membeli barang dari luar negeri, khususnya Cina. Layanan mereka menghilangkan seluruh hal-hal yang menyulitkan bagi pedagang online, mulai dari pencarian pemasok barang, pemeriksaan kualitas, tempat penyimpanan yang aman, pengemasan, pengantaran ke konsumen, hingga fitur pelacakan paket.
 
Bagi pembeli, AllSome Fulfillment menghilangkan keharusan untuk membuka beberapa situs hanya untuk melacak barang yang mereka beli, karena layanan AllSome Fulfillment memungkinkan mereka untuk memantau pengiriman-pengiriman tersebut menggunakan nomor telepon mereka.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top