Bukalapak dan Gojek Tegaskan Perusahaan Asal Indonesia

Bukalapak dan Gojek, perusahaan rintisan (startup) yang menyandang gelar unicorn menyatakan bahwa merupakan perusahaan asal Indonesia, bukan perusahaan asal Singapura
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  15:37 WIB
Bukalapak dan Gojek Tegaskan Perusahaan Asal Indonesia
Logo Bukalapak

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) yang menyandang gelar unicorn, Bukalapak dan Gojek menyatakan bahwa mereka  adalah perusahaan asal Indonesia, bukan perusahaan asal Singapura.

Kepala Komunikasi Korporat Bukalapak Intan Wibisono menegaskan bahwa Bukalapak sejak awal berdiri  berkomitmen untuk memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia.

"Yang jelas, Bukalapak adalah perusahaan yang lahir dan besar di Indonesia," kata Kepala Komunikasi Korporat Bukalapak Intan Wibisono dikutip dari Antara.

Sementara itu, Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menegaskan Gojek adalah perusahaan rintisan asli Indonesia yang terdaftar di Indonesia dengan nama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan bukan perusahaan asal Singapura.

"Gojek adalah perusahaan rintisan Indonesia, dengan head office di Indonesia dan 90 persen pegawai kami adalah orang asli Indonesia," kata Nila lewat keterangan resminya yang dikutip dari Antara.

Nila mengatakan seluruh penanaman modal dan investasi Gojek telah ditanamkan dan dibukukan penuh di perusahaan di Indonesia.

"Kami tidak memiliki perusahaan Singapura sebagai induk perusahaan. Kami selalu melaporkan penanaman modal tersebut sesuai amanat yang diberikan oleh BKPM," katanya.

Gojek menyampaikan investasi mereka disalurkan untuk mengembangkan usaha dan ekosistem di Indonesia dengan merangkul hingga dua juta mitra driver, 400 ribu merchants dan puluhan ribu mitra penyedia layanan GoLife di Indonesia.

Pernyataan Bukalapak dan Gojek ini menyikapi pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong pada Selasa (30/7/2019) yang mengatakan bahwa empat unicorn Indonesia diakui Singapura, berdasarkan riset Google dan Temasek.

Namun Tom, sapaan akrabnya, telah meralat pernyataan yang disampaikannya terkait empat unicorn itu beberapa saat kemudian.

Melalui akun Twitter pribadinya, Thomas menyebut bahwa Tokopedia, Bukalapak, dan Go-Jek telah memberikan klarifikasi bahwa perusahaan rintisan berstatus unicorn itu tidak memakai induk perusahaan di Singapura.

Dia juga mengonfirmasi bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sepenuhnya tercatat sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) di mana investasinya mengalir ke Indonesia.

“Maaf & ralat: @tokopedia dan @bukalapak sudah klarifikasi ke saya, @gojek indonesia sudah klarifikasi ke publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia... Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini,” katanya seperti dikutip dari akun tersebut, Selasa malam.

Sebelumnya, dalam paparan realisasi investasi di Jakarta, Selasa siang, Thomas menyebut empat unicorn kebanggaan Indonesia diklaim Singapura dalam laporan Google dan Temasek mengenai pertumbuhan ekonomi digital di negara kawasan Asia Tenggara.

Riset yang dimaksud yakni e-Conomy SEA 2018: Southeast Asia’s internet economy hits an inflection point yang dilakukan Google dan Temasek untuk melihat perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Riset tersebut meliputi empat sektor kunci dalam ekonomi digital, yakni online travel, online media, ride hailing dan e-commerce. Riset tersebut juga hanya meliputi enam pasar terbesar di Asia Tenggara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

"Kalau kita lihat riset oleh Google dan Temasek yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital di Asean, empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn mereka [Singapura]. Saya kaget juga, di laporan itu ada tabel tentang unicorn di mana Indonesia nol, tapi di Singapura ada empat," katanya di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurut Tom, sapaan akrabnya, empat unicorn Indonesia yakni Go-Jek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia, memang menerima pendanaan lewat Singapura karena induk perusahaan itu terdapat di "Negeri Singa".

"Faktanya empat unicorn kita induknya memang di Singapura semua. Uang yang masuk ke empat unicorn kita masuknya lewat Singapura semua. Dan seringkali masuknya bukan dalam bentuk investasi, tapi oleh induknya unicorn di Singapura langsung bayar ke vendor atau supplier di Indonesia," katanya.

Namun, pernyataan itu diluruskan Kepala BKPM tersebut melalui cuitannya di Twitter pada Selasa malam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, Unicorn

Sumber : Antara

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top