STARTUP LOGISTIK: Logisly Bidik Tambahan 1.000 Konsumen dalam 2 Tahun

PT Logistik Pintar Indonesia, perusahaan rintisan di bidang e-forwarding B2B dengan merek Logisly, menargetkan dapat menambah jumlah mitra transportir dan pelanggan hingga 1.000 dalam dua tahun ke depan.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  12:30 WIB
STARTUP LOGISTIK: Logisly Bidik Tambahan 1.000 Konsumen dalam 2 Tahun
Co-Founder dan CEO Logisly Roolin Njotosetiadi dan Co-Founder dan Chief Technology Officer (CTO) Robbi Baskoro saat konferensi pers peluncuran Logisly, Rabu (31/7 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA—PT Logistik Pintar Indonesia, perusahaan rintisan di bidang e-forwarding B2B dengan merek Logisly, menargetkan dapat menambah jumlah mitra transportir dan pelanggan hingga 1.000 dalam dua tahun ke depan.

 Co-Founder dan CEO Logisly Roolin Njotosetiadi menyatakan saat ini sektor logistik di Indonesia tumbuh sejalan dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti dagang-el. Sayangnya, umumnya manajemen  perusahaan truk yang ada saat ini masih banyak yang bersifat  manual sehingga seringkali ditemukan truk berjalan tanpa muatan atau di pool karena tidak mendapatkan order.

 “Logisly hadir dengan platform teknologi B2B [business to business] untuk  meningkatkan utilisasi truk, dan ke depannya juga  membantu UMKM truk memperbaiki manajemen bisnisnya,” ujarnya saat peluncuran Logisly, Rabu (31/7/2019).

 Dia menambahkan,  sejak awal berdiri pada April 2019 hingga Juli ini, sebanyak 5.000 transportir penyedia truk telah bergabung di platformnya, dan puluhan perusahaan telah menjadi shipper, salah satunya yang rutin menggunakan jasa Logisly adalah PT Pusaka Lintas Samudra (Kamadjaja Logistics).

 Secara total, pihaknya menyatakan telah melayani setidaknya 1.000 pesanan dari shipper dalam tiga bulan ini. Mayoritas rute yang dilayani masih berada di Lintas Jabodetabek, diikuti Lintas Jawa-Sumatera dan Lintas Jawa-Bali.

 Menurutnya, dengan teknologi yang ditawarkannya, setiap perusahaan mendapatkan kepastian untuk mendapat truk. Setiap truk juga terkoneksi dengan GPS sehingga mudah untuk dipantau. Pesanan dan tagihan mengenai pengantaran barang juga dilakukan dalam bentuk digital sehingga lebih efisien.

 Roolin menyatakan model bisnis Logisly berbeda dengan marketplace truk yang telah ada di pasar. Platformmarketplace truk biasanya menawarkan berbagai jenis truk untuk dipilih langsung oleh konsumen, sedangkan model bisnis e-forwarding yang dijalankannya membuat konsumen tidak perlu memilih jenis truk.

 Pemilihan truk akan dilakukan oleh manajemen perusahaan berdasarkan agregasi data dan histori perjalanan truk yang telah dikumpulkan. Dengan demikian, perusahaan akan menawarkan solusi terbaik bagi pelanggannya sekaligus membuat proses pengantaran barang menjadi lebih efisien.

 “Kita bertindak sesuai algoritma masing-masing shipper, karena kebutuhannya berbeda-beda. Dengan data kita bisa memprediksi kapan supir sampai, lewat rute mana saja, sehingga truknya tidak pernah nganggur,” ujarnya.

 Dia menambahkan, sejauh ini Logisly baru mendirikan aplikasi web untuk transportir dan shipper. Rencananya dalam tiga bulan mendatang, perusahaan juga bakal merilis aplikasi mobile untuk memproses pesanan yang diterima transportir.

 Lebih lanjut, dia menyebut para pendiri Logisly merupakan orang yang berpengalaman dalam bidang teknologi dan logistik. Roolin sebelumnya bekerja di PT Kudo Teknologi Indonesia (Kudo) yang telah menjadi bagian dari ekosistem Grab Indonesia.

 Selain itu, dia juga memiliki bekal pengalaman dari bisnis keluarga yang  telah berkecimpung dalam industri logistik selama puluhan tahun. Dalam mendirikan Logisly, dia juga bermitra dengan Robbi Baskoro yang saat ini menjabat sebagai Co-Founder dan Chief Technology Officer (CTO).  

 “Kami memadukan teknologi dengan tim operasional kami yang memiliki pengalaman di industri logistik, sehingga SLA [Service Level of Agreement] shipper tetap terjaga,” ungkapnya.

 Direktur Operasional dan Marketing PT Lintas Jaya Express Donny Akbar menyatakan pihaknya telah bergabung menjadi mitra transportir Logisly sejak April. Saat ini perusahaan memiliki total 23 truk. Sejauh ini, dia menyatakan teknologi yang disediakan Logisly membuat pesanannya meningkat. Selain itu, pihaknya juga merasakan proses pembayaran yang lebih cepat dan efisien

 “Logisly banyak membuka peluang baru, customer baru. Untuk finance juga sistemnya lebih mudah, tidak sampai seminggu invoice sudah dibayar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top