Kontroversi FaceApp: Dari Aplikasi 'Lucu-lucuan' Hingga Tudingan Peretasan

Sepintas FaceApp bukanlah aplikasi yang pantas menjadi sumber kehebohan.  Fitur utama aplikasi ciptaan Wireless Labs ini yang diluncurkan pertama kali pada 2017 ini pada dasarnya hanya untuk lucu-lucuan.
Gombang Nan Cengka Gombang Nan Cengka | 23 Juli 2019 11:37 WIB
Kontroversi FaceApp: Dari Aplikasi 'Lucu-lucuan' Hingga Tudingan Peretasan
Wajah Sandiaga Uno bila menggunakan aplikasi FaceApp - Instagram@sandiuno

Bisnis.com, JAKARTA — Sepintas FaceApp bukanlah aplikasi yang pantas menjadi sumber kehebohan.  Fitur utama aplikasi ciptaan Wireless Labs ini yang diluncurkan pertama kali pada 2017 ini pada dasarnya hanya untuk lucu-lucuan.

FaceApp mengambil foto wajah Anda (atau foto wajah orang lain yang tersimpan di ponsel Anda) sebagai sumber, dan kemudian memodifikasinya sesuai filter yang dipilih.

Dua filter yang populer adalah filter yang mengubah wajah menjadi lebih tua atau lebih muda, serta filter yang mengubah wajah seseorang menjadi versi kedua gender: lelaki atau perempuan.

Filter tersebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk dapat mereka wajah agar menjadi lebih muda, tua, atau berganti gender.

Meskipun aplikasi ini sebenarnya hanya untuk main-main, banyak pesohor internasional yang tertarik dengan fitur pengubahan wajah dari FaceApp ini dan mengunggah hasilnya ke akun media sosial masing-masing.

Kepopuleran FaceApp pun meledak. Saat ini aplikasi tersebut sudah diunduh ratusan juta pengguna baik di Google Play dan Apple App Store. 

Menurut perusahaan analitika Sensor Tower sejak 10 Juli 2019 paling tidak sudah ada 12,7 juta pengguna baru yang memasang aplikasi tersebut.

Tag : aplikasi
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top